Proyek Pangan Wanam: Tonggak Strategis Ketahanan Pangan Jangka Panjang

oleh -8 Dilihat
Proyek Pangan Wanam: Tonggak Strategis Ketahanan Pangan Jangka Panjang

KabarDermayu.com – Pembangunan kawasan lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, dinilai sangat krusial untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menekankan bahwa proyek ketahanan pangan di Wanam merupakan program strategis jangka panjang yang sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Tentu harus tetap dilanjutkan. Jangan justru terhenti ketika ada upaya dari kalangan tertentu yang mencoba menggagalkan program ini,” ujar Bawono pada Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Bawono, proyek pencetakan sawah seluas satu juta hektare di Papua Selatan memiliki nilai penting bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa segala upaya yang menghambat pembangunan sebaiknya tidak memengaruhi keberlangsungan proyek ini.

“Termasuk dengan pembuatan film Pesta Babi,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa manfaat dari proyek food estate mungkin belum sepenuhnya dirasakan dalam waktu dekat. Namun, ia meyakini bahwa dalam jangka panjang, proyek ini akan menjadi fondasi strategis bagi ketahanan pangan Indonesia.

“Mungkin di masa jangka pendek atau jangka menengah ini belum bisa terlihat secara jelas buah dari program ketahanan pangan ini, tapi di masa jangka panjang, di masa depan tentu akan memiliki nilai strategis program tersebut. Karena itu harus tetap dilanjutkan oleh pemerintah,” jelas Bawono.

Di sisi lain, Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam dilaporkan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sejumlah fasilitas utama yang mendukung kawasan lumbung pangan nasional diklaim hampir rampung seluruhnya.

Baca juga: Prabowo Tugaskan Purbaya Benahi Bea Cukai: Pimpinan Tak Mampu, Ganti!

PSN Wanam diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program pencetakan sawah baru seluas satu juta hektare. Kawasan ini juga dirancang sebagai ekosistem baru yang mencakup infrastruktur irigasi, industri biodiesel, serta penguatan konektivitas dan pertahanan negara.