Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

oleh -2 Dilihat
Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

KabarDermayu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono telah berhasil ditemukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dengan ditemukannya dua korban terakhir, seluruh individu yang dinyatakan hilang kini telah ditemukan.

Abdul Muhari juga mengumumkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk erupsi Gunung Dukono secara resmi telah ditutup.

Dua korban terakhir yang ditemukan adalah Warga Negara Asing (WNA) berinisial HWQT, berusia 30 tahun, dan SMBAH, berusia 27 tahun.

Baca juga: Pendapatan ASDP Capai Rp 4,96 Triliun di 2025, Penyeberangan Perintis Tumbuh 11%

Setelah penemuan jenazah, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawanya ke pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.

Selanjutnya, para korban dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penanganan yang diperlukan.

Pencarian pada hari ketiga dilaporkan berjalan lebih terarah. Tim gabungan sebelumnya telah menandai lokasi yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban menggunakan koordinat GPS.

Meskipun demikian, proses evakuasi kedua jenazah terakhir sempat terkendala. Hal ini disebabkan oleh posisi korban yang tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang signifikan.

Aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih fluktuatif juga mengharuskan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati, mengutamakan keselamatan personel.

Sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan pada hari ketiga pencarian, dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA berasal dari Singapura, termasuk TYME (laki-laki, 30 tahun), OSS (perempuan, 37 tahun), PL (perempuan, 33 tahun), LHEI (perempuan, 31 tahun), TJYG (perempuan, 30 tahun), LYXV (perempuan, 30 tahun), dan LSD (laki-laki, 29 tahun).

Sementara itu, korban selamat WNI terdiri dari BB (laki-laki, 24 tahun), YL (laki-laki, 23 tahun), S (laki-laki, 26 tahun), A (laki-laki, 22 tahun), H (laki-laki, 26 tahun), FN (perempuan, 27 tahun), RI (perempuan, 29 tahun), dan SJ (laki-laki, 48 tahun).

Dalam operasi pencarian ini, dua korban selamat, RS dan JA, turut memberikan kontribusi berharga. Mereka membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi mengenai jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadinya erupsi.