TNI Menyangkal Keterlibatan dalam Ledakan Gereja di Papua Tengah

oleh -4 Dilihat
TNI Menyangkal Keterlibatan dalam Ledakan Gereja di Papua Tengah

KabarDermayu.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema secara tegas membantah keterlibatan anggotanya dalam insiden ledakan yang terjadi di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna, menyatakan penyesalannya atas adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang secara prematur menuduh TNI atau Polri sebagai pelaku insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI bukanlah pelaku pengeboman itu.

Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah bukti kuat yang membantah keterlibatan TNI dalam aksi peledakan tersebut. Bukti pertama yang dikemukakan adalah jenis granat yang ditemukan di lokasi kejadian berbeda dengan standar granat yang dimiliki oleh TNI.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa TNI tidak pernah menggunakan pesawat nirawak atau drone peledak untuk melakukan serangan terhadap warga sipil, apalagi di tempat ibadah seperti gereja. Hal ini menjadi poin krusial dalam bantahan tersebut.

Wirya juga menekankan bahwa tindakan semacam itu bertentangan dengan tugas pokok TNI di Papua, yang sejak awal bertujuan untuk menciptakan keamanan dan melindungi masyarakat setempat. Ia menegaskan komitmen TNI untuk selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis.

“TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua,” ujar Wirya Arthadiguna.

Baca juga: Ronaldo Diracun Sebelum Final Piala Dunia 1998? Kisah Legendaris

Saat ini, Koops Habema menyatakan akan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi teror yang terjadi. Mereka berupaya keras untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dalam proses pencarian ini, Wirya mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menyesatkan. Ia meminta agar masyarakat tidak terpancing oleh narasi yang menuduh TNI terlibat dalam ledakan tersebut, demi menjaga situasi keamanan.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya,” tegas Wirya.

Pihak TNI menduga bahwa insiden ini sangat mungkin merupakan bentuk provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki niat untuk memecah belah hubungan antara TNI dengan masyarakat Papua. Tujuannya adalah menciptakan ketidakpercayaan dan konflik.

Sebelumnya, ledakan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 17:51 WITA pada Minggu, 17 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden ledakan ini mengakibatkan empat orang warga mengalami luka-luka.