KabarDermayu.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, telah menegaskan bahwa dirinya telah resmi mengundurkan diri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keputusan pensiun dini ini diambil atas kemauan dan kesediaan pribadinya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Trenggono menjelang pelantikannya sebagai Wakil Kepala BGN yang dijadwalkan akan dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Juni 2026.
“Jadi saya pensiun dini. Kesediaan saya,” ujar Trenggono kepada awak media di lokasi yang sama.
Trenggono menjelaskan lebih lanjut bahwa alasan utama pengunduran dirinya dari dinas militer adalah penunjukannya sebagai pejabat publik di Badan Gizi Nasional.
Ia secara tegas membantah adanya arahan atau intervensi dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait keputusannya untuk meninggalkan statusnya sebagai anggota TNI.
“Tidak,” tegasnya saat ditanya mengenai kemungkinan adanya arahan dari Presiden.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, telah mengonfirmasi bahwa Mayjen Trenggono telah mengajukan surat pengunduran diri dari TNI. Pengajuan ini dilakukan sebagai konsekuensi dari penunjukan Trenggono oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Wakil Kepala BGN.
“Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, saya tanyakan, beliau sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun,” ungkap Nanik dalam sebuah konferensi pers di Kantor BGN pada Kamis, 4 Juni 2026.
Nanik merinci bahwa proses pengunduran diri Trenggono telah dimulai sejak Selasa, 2 Juni 2026, dan memastikan bahwa yang bersangkutan akan menjalani masa pensiun dari TNI.
“Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan berlangsung sejak kemarin,” tambahnya.
Di sisi lain, Nanik turut menjelaskan pentingnya peran personel militer dalam mendukung program Badan Gizi Nasional, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengungkapkan bahwa BGN membutuhkan keahlian teritorial yang dimiliki oleh personel militer untuk menjangkau dan melaksanakan program di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Mengapa kok ada militer? Beliau sebelumnya adalah wakil direktur utama PT Agrinas. Karena ada kaitannya dengan program 3T. Di mana kami membutuhkan ahli teritorial disitu,” papar Nanik.





