KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidaksetujuannya jika Rusia atau China yang menyimpan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya tingkat tinggi.
Trump secara tegas menyampaikan bahwa ia tidak akan merasa nyaman dengan skenario tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah para negosiator Iran pada 11 Mei meyakini bahwa hanya Amerika Serikat dan China yang memiliki kemampuan untuk memindahkan material nuklir Iran.
Di sisi lain, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, pada 18 April telah menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran. Isu mengenai uranium yang telah diperkaya oleh Iran ini memang menjadi persoalan utama dan cukup sensitif dalam setiap perundingan antara Washington dan Teheran.
Lebih lanjut, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, pada hari Selasa juga mengutarakan bahwa Rusia siap menyimpan material nuklir Iran yang telah diperkaya jika Teheran memintanya. Hal ini bisa menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat.
Perlu dicatat, bahwa pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel bersama-sama melancarkan serangan ke wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran secara resmi mengumumkan adanya gencatan senjata. Meskipun demikian, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa menghasilkan terobosan yang signifikan.
Baca juga: Sholat Iduladha 1447 H Khidmat di Masjid Jami Al-Ikhlas Graha Artha
Meskipun tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan secara militer, pihak Washington diketahui telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran.





