UEA Bantah Ada Kebocoran Radioaktif Pasca Serangan Drone di Dekat PLTN

oleh -5 Dilihat
UEA Bantah Ada Kebocoran Radioaktif Pasca Serangan Drone di Dekat PLTN

KabarDermayu.com – Otoritas regulator nuklir Uni Emirat Arab (UEA) memastikan tidak ada kebocoran material radioaktif pasca serangan drone yang terjadi di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah. Insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) merilis pernyataan pada Minggu, 17 Mei, yang mengkonfirmasi bahwa serangan itu tidak memengaruhi keselamatan fasilitas PLTN Barakah. Tidak ada dampak terhadap sistem penting yang beroperasi di pembangkit tersebut.

Baca juga: RI Impor Minyak Rusia Meski Sanksi AS, Anggota BRICS Ungkap ESDM

“Tidak ada pelepasan material radioaktif, tingkat keselamatan radiologis tetap dalam batas normal, dan tidak ada risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” demikian pernyataan resmi dari FANR. Otoritas tersebut juga menambahkan bahwa tidak ada korban luka yang tercatat akibat insiden ini.

Pernyataan ini dikeluarkan beberapa jam setelah Kantor Media Abu Dhabi melaporkan adanya penanganan kebakaran pada generator listrik. Kebakaran tersebut terjadi di luar perimeter dalam fasilitas yang berlokasi di wilayah Al Dhafra.

Kantor media pemerintah itu menjelaskan bahwa kebakaran dipicu oleh serangan drone. Namun, sumber serangan tidak diungkapkan secara spesifik. Mereka kembali menegaskan bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut dan seluruh langkah pencegahan keselamatan telah diambil.

Situasi ketegangan regional memang dilaporkan meningkat sejak serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab. Serangan ini juga sempat menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Sebuah gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, pembicaraan yang dilaksanakan di Islamabad dilaporkan gagal mencapai kesepakatan jangka panjang. Presiden AS Donald Trump kemudian memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.