Temui Gubernur Lemhanas, AMPG Bahas Strategi Pembinaan Pemuda

oleh -6 Dilihat
Temui Gubernur Lemhanas, AMPG Bahas Strategi Pembinaan Pemuda

KabarDermayu.com – Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily.

Diskusi utama dalam pertemuan tersebut berfokus pada pengembangan strategi kaderisasi dan penguatan kapasitas generasi muda. Selain itu, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di era digital, khususnya dalam konteks politik, juga menjadi sorotan.

Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menekankan bagaimana pesatnya perkembangan zaman dan teknologi digital telah secara signifikan mengubah cara pandang serta interaksi generasi muda terhadap dunia politik dan organisasi.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah potensi penurunan nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan oleh derasnya arus disrupsi digital yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Said Aldi Al Idrus menyatakan, “Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu AMPG harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda.” Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah keterangan resmi pada Senin, 18 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini cenderung menunjukkan ketertarikan yang lebih besar pada organisasi yang berfokus pada hobi, profesi, komunitas, dan kegiatan sosial. Minat ini seringkali lebih tinggi dibandingkan dengan organisasi politik konvensional.

Baca juga: JKP BPJS Ketenagakerjaan: Uang Tunai Korban PHK, Cara Klaim

Oleh karena itu, Said Aldi berpendapat bahwa pendekatan dalam kaderisasi haruslah lebih adaptif. Strategi ini perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan anak muda masa kini agar lebih efektif.

Dirinya menilai bahwa strategi untuk merekrut kader muda perlu dilakukan dengan cara yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik minat lebih banyak anak muda.

Salah satu cara yang diusulkan adalah melalui penguatan konten digital yang berkaitan dengan politik. Konten tersebut harus dibuat lebih menarik, ringan, edukatif, dan mudah dipahami oleh audiens muda. Selain itu, digitalisasi juga dianggap sebagai instrumen utama dalam membangun simpati sebelum seseorang beralih menjadi kader aktif partai.

Said Aldi lebih lanjut menjelaskan, “Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis engagement.” Perubahan ini penting untuk membangun hubungan yang lebih baik dan efektif.

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat organisasi secara internal, PP AMPG berencana untuk melakukan audit terhadap struktur organisasi hingga ke tingkat Kabupaten/Kota. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan struktur organisasi dan memperkuat konsolidasi kader muda di seluruh daerah.

Menurut Said Aldi, penguatan organisasi dan program kaderisasi bagi generasi muda merupakan elemen krusial. Hal ini penting dalam rangka menyiapkan kekuatan politik yang memiliki visi ke depan, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan siap menghadapi berbagai dinamika politik yang diperkirakan akan terjadi menjelang tahun 2029.