15 Orang Ditetapkan Tersangka Akibat Kericuhan di Stadion Lukas Enembe Pasca Kekalahan Persipura

oleh -7 Dilihat
15 Orang Ditetapkan Tersangka Akibat Kericuhan di Stadion Lukas Enembe Pasca Kekalahan Persipura

KabarDermayu.com – Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden kerusuhan yang pecah di Stadion Lukas Enembe (Lukmen), Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah 41 orang sebelumnya diamankan menyusul kekalahan Persipura dari Adyaksa FC dengan skor 0-1.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi penetapan 15 tersangka tersebut. Ia menyebutkan bahwa ke-15 individu yang menjadi tersangka adalah SW, FVB, OJW, RW, EKW, ISO, AM, SPM, MSW, JMR, SEK, ABM, EW, AM, dan TB.

Sementara itu, 21 orang dari total 41 orang yang sempat diamankan telah dipulangkan. Meskipun sudah dibebaskan, mereka diwajibkan untuk melapor secara berkala.

Baca juga: Investasi Emas vs Valas: Mana Lebih Untung Saat Krisis?

Polres Jayapura sendiri telah menerima total 74 laporan polisi dari masyarakat yang berkaitan dengan berbagai tindak pidana. Laporan tersebut mencakup kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian biasa, pengeroyokan, perusakan, dan penganiayaan yang terjadi selama dan setelah kerusuhan.

Dalam upaya penanganan kasus ini, polisi telah berhasil menyita sebanyak 35 unit sepeda motor yang diduga terkait dengan laporan pencurian. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan diimbau untuk datang ke Polres Jayapura untuk melakukan verifikasi.

Bagi warga yang kendaraannya hilang, dapat mendatangi Polres Jayapura guna memeriksa apakah ada unit yang cocok dengan miliknya. Proses pengembalian akan dilakukan setelah menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Stadion Lukas Enembe. Keputusan ini diambil sebagai respons atas kerusuhan yang terjadi pascapertandingan babak Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat, 8 Mei 2026.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa penutupan sementara ini diperlukan untuk memfasilitasi proses perbaikan. Fasilitas stadion diketahui mengalami kerusakan yang cukup serius akibat insiden kerusuhan tersebut.

“Langkah tersebut diambil guna mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut,” ujar Matius D. Fakhiri, seperti dilansir dari ANTARA.