3 Pimpinan Baru BGN, Nanik S Deyang Pimpin, Trenggono Wakil

oleh -5 Dilihat
3 Pimpinan Baru BGN, Nanik S Deyang Pimpin, Trenggono Wakil

KabarDermayu.com – Presiden RI Prabowo Subianto telah melakukan perombakan pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Perubahan ini mencakup pencopotan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang untuk menduduki posisi Kepala BGN. Sementara itu, posisi wakil kepala BGN yang ditinggalkan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya akan diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian pimpinan BGN ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu setengah tahun.

Ia berharap para pimpinan BGN yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal. Penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga menjadi prioritas.

Hal ini penting untuk memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat terus berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Alwi Farhan Kalahkan Bintang India, Duel Panas Lawan Jonatan Christie

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan program BGN selama periode evaluasi. Catatan-catatan tersebut menjadi pertimbangan utama dalam melakukan perombakan pimpinan.

Presiden berharap agar catatan-catatan tersebut segera diperbaiki oleh kepemimpinan yang baru. Perbaikan kinerja dan peningkatan tata kelola organisasi menjadi fokus utama.

Salah satu catatan penting yang menjadi dasar penggantian tiga pimpinan BGN adalah terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) tata kelola makanan. Hal ini mencakup kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BGN.

Prasetyo menekankan bahwa Presiden Prabowo sangat memperhatikan aspek kedisiplinan dalam implementasi program-program prioritas nasional, terutama yang berkaitan dengan gizi, kesehatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan adanya pimpinan baru, diharapkan pelaksanaan program-program prioritas dapat dipercepat. Peningkatan kinerja, tata kelola organisasi yang lebih baik, serta manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat menjadi harapan besar.

Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan kesehatan bangsa Indonesia secara keseluruhan.