Anies Baswedan Ungkap Latar Belakang Dino Patti Djalal, Sebut Bukan Diplomat Instan

oleh -4 Dilihat
Anies Baswedan Ungkap Latar Belakang Dino Patti Djalal, Sebut Bukan Diplomat Instan

KabarDermayu.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan apresiasi mendalam terhadap sosok Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI. Anies menilai Dino bukan sekadar diplomat yang muncul tiba-tiba, melainkan seorang profesional dengan rekam jejak yang solid.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial Thread, Anies secara lugas menyampaikan kekagumannya terhadap Dino Patti Djalal. Ia menggambarkan Dino sebagai seorang diplomat yang berani dan memiliki kapasitas luar biasa.

Anies menceritakan bahwa perkenalannya dengan Dino Patti Djalal bermula saat dirinya masih menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Kala itu, ia mendengar kabar tentang seorang diplomat muda Indonesia yang tampil berani di BBC World Debate.

Diplomat muda tersebut berhadapan langsung dengan diplomat senior Ramos Horta, di tengah sorotan internasional yang cenderung negatif terhadap Indonesia. Keberanian dan kemampuannya dalam membela nama baik Indonesia di forum internasional itulah yang pertama kali menarik perhatian Anies terhadap sosok Dino Patti Djalal.

“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia,” tulis Anies dalam unggahannya, dikutip pada Rabu, 3 Juni 2026.

Lebih lanjut, Anies menambahkan, “Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa di situlah pertama kali saya mendengar Namanya @dinopattidjalal.”

Pertemuan langsung Anies dengan Dino Patti Djalal terjadi beberapa tahun kemudian. Momen tersebut terjadi ketika Anies sedang menempuh program PhD di Illinois, Amerika Serikat. Menurut Anies, Dino menunjukkan kapasitasnya sebagai diplomat muda yang cerdas dan komunikatif.

Baca juga: Leo/Daniel Bongkar Penyebab Kegagalan di Indonesia Open 2026

Dino juga dinilai mampu menghadapi persoalan-persoalan rumit dengan tingkat ketenangan yang mengesankan. Kemampuan diplomasi Dino sangat terlihat dalam penjelasannya mengenai kondisi mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-peristiwa 9/11.

“Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh program PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11,” ungkap Anies.

“Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatic yang sulit ditiru,” tambahnya.

Anies Baswedan juga memaparkan rekam jejak Dino Patti Djalal yang dinilai memiliki kontribusi besar di bidang hubungan internasional. Salah satu kontribusi signifikan yang disorot adalah saat Dino menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada tahun 2012.

Pada masa jabatannya tersebut, Dino menggagas penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles. Acara ini berhasil mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai negara, memperkuat jaringan dan kolaborasi.

Selain itu, Dino Patti Djalal juga mendirikan FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia), sebuah komunitas yang bergerak di bidang kebijakan luar negeri. FPCI dikenal sebagai komunitas terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, yang turut melahirkan generasi diplomat baru.

“Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh yang ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global,” jelas Anies.

Dalam utasannya, Anies Baswedan menekankan bahwa Dino Patti Djalal adalah sosok diplomat yang telah melalui proses panjang dan teruji. Ia menguasai substansi, memiliki rekam jejak yang terbukti, dan pengalaman memimpin yang luas.

“Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya Panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam,” tegas Anies.

“Dino Patti Djalal bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” ia menyimpulkan.

Nama Dino Patti Djalal belakangan ini memang menjadi sorotan publik. Hal ini terkait dengan pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indrawijaya, yang mengkritik masukan Dino mengenai kebijakan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy Indrawijaya menanggapi kritik Dino Patti Djalal. Teddy sempat menyindir masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

“Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat, terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujar Teddy dalam video tersebut.

Pernyataan Teddy ini kemudian memicu reaksi balik, termasuk dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Habiburokhman juga mengkritik Dino Patti Djalal, mempertanyakan kapasitasnya dan merasa Dino tidak memiliki etika dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintahan saat ini.

Habiburokhman berpendapat bahwa Dino, sebagai mantan pejabat, seharusnya lebih beretika dalam menyampaikan pandangannya. Ia secara sarkastis mempertanyakan pencapaian Dino di masa jabatannya yang singkat.