Xi Jinping Peringatkan ‘Perangkap Thucydides’ di Hadapan Trump, Apa Artinya?

oleh -5 Dilihat
Xi Jinping Peringatkan 'Perangkap Thucydides' di Hadapan Trump, Apa Artinya?

KabarDermayu.com – Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan peringatan penting kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjelang pertemuan krusial mereka. Peringatan ini berpusat pada konsep yang dikenal sebagai “Perangkap Thucydides,” sebuah istilah yang menggarisbawahi potensi konflik antara kekuatan besar yang sedang bangkit dan kekuatan yang sudah mapan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Beijing, Xi Jinping mengajukan pertanyaan mendasar kepada Trump: apakah China dan Amerika Serikat mampu menghindari “Perangkap Thucydides” dan merintis paradigma baru dalam hubungan antarnegara besar? Pertanyaan ini juga mencakup kemampuan kedua negara untuk bekerja sama menghadapi tantangan global dan menciptakan stabilitas dunia.

Presiden Xi menggunakan istilah “Perangkap Thucydides” ini sejak tahun 2014, menunjukkan perhatiannya yang berkelanjutan terhadap dinamika kekuatan global. Ia menekankan bahwa kedua negara adidaya memiliki tanggung jawab historis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial ini bagi dunia dan masyarakat internasional.

Selain itu, Xi Jinping juga menyoroti ketegangan yang ada antara kedua negara terkait isu Taiwan. Ia menegaskan bahwa konsep “kemerdekaan Taiwan” dan perdamaian di Selat Taiwan adalah dua hal yang tidak dapat didamaikan, layaknya api dan air.

Apa Itu “Perangkap Thucydides”?

“Perangkap Thucydides” merujuk pada pola historis di mana kebangkitan kekuatan baru yang dianggap mengancam posisi kekuatan yang sudah ada seringkali berujung pada konflik. Konsep ini dipopulerkan oleh ilmuwan politik Harvard, Graham Allison, yang mengambil inspirasi dari karya sejarawan Yunani kuno, Thucydides.

Thucydides, dalam karyanya “Sejarah Perang Peloponnesia” yang mencatat perang antara Athena dan Sparta pada abad ke-5 SM, mengamati bahwa kebangkitan Athena dan ketakutan yang ditimbulkannya pada Sparta menjadi penyebab tak terhindarkan perang antara keduanya.

Baca juga: Undian Liga 4 Piala Presiden: Persikotas di Grup F

Graham Allison mengembangkan konsep ini lebih lanjut dalam bukunya, “Ditakdirkan untuk Perang: Dapatkah Amerika dan Tiongkok Menghindari Perangkap Thucydides?”. Ia menganalisis 16 kasus historis di mana dua kekuatan besar saling berhadapan dalam situasi serupa. Dari 16 kasus tersebut, 12 berakhir dengan perang, sementara empat lainnya berhasil menghindari konflik bersenjata.

Beberapa contoh yang diangkat Allison meliputi persaingan antara Amerika Serikat dan Jepang pada abad ke-20, yang akhirnya memicu keterlibatan AS dalam Perang Dunia II setelah serangan Jepang di Pearl Harbor. Dalam kasus ini, Jepang dipandang sebagai kekuatan yang bangkit, sementara Amerika Serikat adalah kekuatan yang berkuasa.

Allison juga merujuk pada kebangkitan Uni Soviet sebagai kontras dengan dominasi Amerika Serikat pasca-Perang Dunia II. Meskipun Perang Dingin penuh dengan ketegangan dan perang proksi, konflik terbuka antara kedua negara adidaya berhasil dihindari.

Contoh lain yang berhasil menghindari konflik adalah hubungan antara Inggris dan Prancis dengan Jerman yang sedang bangkit setelah Perang Dingin. Jerman memilih jalur pertumbuhan ekonomi yang damai daripada kembali mengembangkan kekuatan militernya secara agresif.

Dalam konteks hubungan China-AS saat ini, konsep “Perangkap Thucydides” menjadi sangat relevan. Pertumbuhan pesat ekonomi dan pengaruh global China dipandang oleh sebagian pihak sebagai tantangan terhadap kepemimpinan Amerika Serikat di panggung dunia. Pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump menjadi momen krusial untuk mengeksplorasi jalan keluar dari potensi konflik dan mencari cara untuk membangun hubungan yang lebih stabil dan kooperatif.

Presiden Xi menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Trump dalam menentukan arah hubungan bilateral kedua negara. Tujuannya adalah agar hubungan China-AS dapat membuka babak baru yang bersejarah di masa depan, menandai era baru dalam diplomasi dan kerja sama internasional.