Trump Diam Soal Taiwan Saat di Beijing, Bessent: Tunggu Dulu

oleh -5 Dilihat
Trump Diam Soal Taiwan Saat di Beijing, Bessent: Tunggu Dulu

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih bungkam mengenai isu Taiwan saat kunjungan kenegaraannya ke Beijing, meskipun Presiden China Xi Jinping telah memberikan peringatan keras. Xi Jinping memperingatkan bahwa ketidaktepatan penanganan isu Taiwan dapat memicu konflik antara Amerika Serikat dan China. Pernyataan ini sangat kontras dengan nada pujian yang dilontarkan Trump terhadap pemimpin China tersebut.

Trump, yang dikenal kerap memberikan komentar blak-blakan mengenai berbagai isu, tidak memberikan tanggapan saat ditanyai wartawan. Hal ini terjadi setelah sesi pertemuan dan di sela-sela kunjungan Trump dan Xi di Kuil Langit, Beijing, pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia memilih untuk tidak mengomentari ancaman yang dilontarkan oleh Xi Jinping.

Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai isu Taiwan dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara pemimpin AS dan China di Beijing.

“Ini bukan pertemuan puncak AS-Tiongkok tanpa isu Taiwan,” kata Bessent, yang turut mendampingi Trump di China, kepada jaringan berita bisnis AS CNBC pada hari Kamis. Ia menambahkan, “Saya yakin kita akan mendengar lebih banyak darinya dalam beberapa hari mendatang.”

Bessent menekankan bahwa Presiden Trump memahami kompleksitas isu tersebut dan sensitivitas yang menyertainya. Ia berpendapat bahwa siapa pun yang menganggap sebaliknya tidak memahami gaya negosiasi Donald Trump.

Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, dianggap oleh China sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Isu ini menjadi salah satu poin krusial dalam pembicaraan di Beijing antara Trump dan Presiden Xi Jinping.

Xi Jinping sebelumnya memperingatkan Trump bahwa kesalahan langkah dalam menangani isu Taiwan dapat menyeret kedua negara adidaya tersebut ke dalam “konflik”. Peringatan ini disampaikan sebagai pembuka yang tegas saat pertemuan puncak kedua pemimpin di Beijing pada hari Kamis.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tetap tidak berubah. Namun, ia juga memberikan peringatan bahwa China akan melakukan “kesalahan besar” jika mencoba merebut Taiwan melalui kekuatan militer.

Baca juga: Indonesia Diprediksi Jadi Lokasi Menarik bagi Investor Global, Sektor Pameran Diperkirakan Berkembang Pesat

“Mereka selalu mengangkatnya di pihak mereka. Kami selalu menjelaskan posisi kami, dan kami melanjutkan ke topik lain,” ujar Rubio, yang turut mendampingi presiden, dalam sebuah wawancara dengan NBC News. Ia menegaskan bahwa posisi AS terkait Taiwan tidak mengalami perubahan.