KabarDermayu.com – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas, telah melakukan kunjungan diplomatik penting di Korea Selatan. Pertemuan ini berlangsung di National Assembly of South Korea dan dihadiri oleh Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, sejumlah anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.
Dalam forum tersebut, Ibas menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh parlemen Korea Selatan. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, termasuk kunjungan Ketua National Assembly Korea Selatan, Woo Won-shik, ke Indonesia beberapa bulan lalu.
“Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis,” ujar Ibas dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026. Ia menekankan peran krusial kedua negara sebagai anggota G20 dan APEC dalam upaya mendorong demokrasi, ekonomi hijau, serta perdamaian dunia.
Lebih lanjut, Ibas menyoroti pentingnya kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung. Menurutnya, kepemimpinan baru ini membuka peluang besar untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Anggota Dapil DPR RI Jawa Timur VII ini juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang hadir. Delegasi tersebut terdiri dari anggota MPR RI dan DPR RI dari berbagai komisi, yang memiliki fokus pada hubungan luar negeri, pertahanan, ekonomi, energi, hingga industri kreatif.
Ibas menambahkan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia kaya akan sumber daya alam, memiliki bonus demografi, serta keragaman budaya. Sementara itu, Korea Selatan unggul dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global yang dikenal sebagai Hallyu.
Menurut pandangannya, hubungan kedua negara tidak hanya sebatas kerja sama antar pemerintah (government to government). Kemitraan ini juga mencakup hubungan bisnis, interaksi antar parlemen, serta hubungan antar masyarakat (people-to-people contact).
“Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia,” ungkapnya. Ia juga menyinggung kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia, mulai dari K-pop hingga serial drama populer seperti Autumn in My Heart dan Crash Landing on You. Fenomena ini dinilai turut memperkuat kedekatan emosional antara masyarakat kedua negara.
Sebaliknya, Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk mempromosikan budaya nasionalnya kepada masyarakat Korea Selatan. Hal ini meliputi pengenalan batik, kuliner khas Indonesia, dan seni tradisional.
“Kami yakin, bersama-sama Indonesia dan Korea Selatan dapat membangun kemitraan yang lebih kuat, berdampak, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” pungkasnya.
Dari pihak Korea Selatan, Wakil Ketua Parlemen Lee Hack Young mengapresiasi peran aktif Ibas dalam mempererat hubungan kedua negara melalui diplomasi parlemen. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang selama lebih dari lima dekade.
Lee Hack Young menyambut baik peningkatan status hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis komprehensif. Ia juga mendorong penguatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea CEPA (IK-CEPA), dengan target peningkatan volume perdagangan dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS di masa mendatang.
Ia turut mengapresiasi peran Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan mitra strategis Korea Selatan. Peran ini mencakup kontribusi dalam mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.
Baca juga: Dampak Pembaruan Sistem Harga Steam di Indonesia
Selain itu, ia berharap kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, serta investasi dapat terus ditingkatkan. Dukungan terhadap kelancaran operasional perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia juga menjadi salah satu poin penting yang disampaikannya.





