Iran Terima Proposal Damai Baru dari AS

oleh -8 Dilihat
Iran Terima Proposal Damai Baru dari AS

KabarDermayu.com – Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian baru yang terdiri dari lima poin kepada Iran. Proposal ini merupakan respons terhadap usulan perdamaian yang sebelumnya diajukan oleh Iran.

Laporan tersebut datang dari media Iran pada Minggu, 17 Mei 2026. Sebelumnya, surat kabar Tehran Times pada Jumat telah memberitakan bahwa Amerika Serikat menolak proposal perdamaian Iran yang terdiri dari 14 poin.

Lima poin dalam proposal baru AS ini diajukan sebagai tanggapan atas proposal Iran yang sebelumnya ditolak oleh Presiden Trump. Beberapa tuntutan baru yang diajukan Amerika Serikat mencakup desakan agar Teheran mencabut permintaan ganti rugi atau kompensasi.

Selain itu, Iran juga diminta untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya seberat 400 kilogram kepada Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, Iran hanya akan diizinkan untuk mengoperasikan satu fasilitas nuklir.

Baca juga: Tendangan Kungfu di EPA: Alarm Keras bagi I.League, Hukuman Lebih Tegas Menanti

Iran juga diminta untuk mencabut tuntutan pencairan 25 persen asetnya. Kesepakatan penghentian konflik antara kedua negara akan sangat bergantung pada hasil negosiasi mengenai persyaratan-persyaratan tersebut.

Di sisi lain, kantor berita Fars melaporkan bahwa ancaman agresi lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tetap ada. Hal ini bahkan terjadi meskipun Iran menerima seluruh tuntutan yang diajukan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpastiannya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Negosiasi yang sedang berlangsung terkait program nuklir dan konflik antara kedua negara belum menunjukkan penyelesaian.

“Saya tidak tahu. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan menghadapi situasi yang sangat buruk. Mereka punya kepentingan untuk mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada koresponden BFMTV di Amerika Serikat pada Sabtu.

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan mengambil keputusan dalam beberapa jam ke depan. Keputusan tersebut akan menentukan apakah Amerika Serikat akan melanjutkan serangan terhadap rezim Iran atau tidak. Upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik dan mengatasi program nuklir Iran sejauh ini belum membuahkan hasil.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah tetap tinggi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Insiden ini memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

Serangan balasan Iran tersebut juga bertepatan dengan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan.

Presiden Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu. Meskipun demikian, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran melalui jalur air strategis tersebut.