KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan mengenai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 138 poin atau 2,06 persen, berada di level 6.584 pada pembukaan perdagangan Senin, 18 Mei 2026.
Purbaya mengimbau para investor di pasar saham untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Ia bahkan menyarankan agar para investor memanfaatkan momen ini untuk membeli saham-saham yang harganya sedang turun.
“Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekalian,” ujar Purbaya di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia meyakini bahwa pelemahan IHSG ini bersifat sementara. Menurut pandangannya, secara teknikal, pergerakan saham diperkirakan akan kembali membaik dalam kurun waktu dua hari ke depan.
Oleh karena itu, Purbaya mendorong para investor pasar saham untuk tetap aktif melakukan transaksi jual beli saham, mengingat prospek perbaikan yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang.
“Kalau saya lihat teknikal-nya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham kita lagi,” tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya telah menyatakan bahwa gejolak di pasar keuangan merupakan sentimen jangka pendek yang akan segera pulih, mengingat fondasi ekonomi nasional saat ini dinilai masih kuat.
“Enggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Sekarang fondasi ekonominya bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek,” jelas Purbaya.
Menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang pada perdagangan pagi itu berada di level Rp17.658 per dolar AS, Purbaya berharap para pelaku pasar tidak perlu terlalu cemas secara berlebihan. Ia berpendapat bahwa tekanan tersebut cenderung disebabkan oleh sentimen jangka pendek.
Purbaya memastikan bahwa pemerintah akan terus berfokus pada penjagaan fundamental ekonomi demi menjaga pertumbuhan nasional agar tidak terganggu oleh gejolak pasar keuangan.
“Saya fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” tegas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah yang lebih agresif untuk masuk ke pasar obligasi. Tujuannya adalah untuk meredakan tekanan dan menjaga stabilitas di pasar keuangan.
Baca juga: Pemerintah Sebut 3.000 Nomor Penipuan Gunakan Nama Anggota DPR untuk Minta Sumbangan
“Kita juga akan masuk ke bond market lebih signifikan mulai hari ini, sehingga pasar obligasi terkendali,” pungkasnya.





