IKEA PHK 850 Karyawan Akibat Daya Beli Konsumen Anjlok

oleh -7 Dilihat
IKEA PHK 850 Karyawan Akibat Daya Beli Konsumen Anjlok

KabarDermayu.com – Raksasa furnitur global, IKEA, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 850 karyawannya di berbagai negara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi di tengah lesunya daya beli konsumen dunia dan meningkatnya biaya operasional.

Inter IKEA, perusahaan yang bertanggung jawab atas operasional waralaba IKEA di 63 negara, menjadi pihak yang melaksanakan PHK tersebut. Perusahaan kini tengah menghadapi tantangan signifikan akibat kenaikan biaya produksi, tarif impor dari Amerika Serikat, serta menurunnya permintaan dari konsumen.

Selain PHK, IKEA juga sedang melakukan penyesuaian strategi bisnisnya. Perusahaan berencana untuk memperluas kehadiran dengan membuka lebih banyak toko berukuran kecil di pusat-pusat kota. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada gerai-gerai besar yang umumnya berlokasi di pinggiran kota.

Baca juga: Kronologi Penculikan Dua Jurnalis Republika dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Chief Financial Officer Inter IKEA, Henrik Elm, menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk bergerak lebih gesit dan efisien. Ia menyatakan bahwa perusahaan perlu mempercepat proses pengambilan keputusan dan lebih fokus pada prioritas-prioritas utama.

Kondisi ini bukan kali pertama bagi IKEA. Sebelumnya, perusahaan telah mencatat penurunan penjualan selama dua tahun berturut-turut. Menjelang akhir tahun lalu, baik Inter IKEA maupun Ingka Group, operator terbesar toko-toko IKEA, telah melakukan pergantian pucuk pimpinan (CEO) masing-masing.

Ingka Group sendiri pada bulan Maret 2026 telah mengumumkan pemangkasan 800 posisi pekerja kantoran. Menurut Elm, eskalasi konflik di Iran turut mempercepat penurunan tingkat kepercayaan konsumen secara global.

Kenaikan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik geopolitik tersebut berdampak pada peningkatan pengeluaran rumah tangga. Akibatnya, masyarakat cenderung mengurangi pembelian barang-barang yang tidak termasuk dalam kategori prioritas, seperti furnitur dan perlengkapan renovasi rumah.

Elm menjelaskan bahwa pada saat kepercayaan konsumen sangat terpengaruh, kemampuan finansial masyarakat untuk berbelanja, terutama bagi segmen konsumen yang menjadi target utama IKEA, mengalami penurunan signifikan. Pendapatan yang bisa dibelanjakan menjadi semakin terbatas bagi banyak orang.

Oleh karena itu, IKEA kini dihadapkan pada keharusan untuk menekan biaya operasionalnya. Tujuannya adalah agar perusahaan tetap mampu menawarkan produk dengan harga yang terjangkau kepada konsumen.

Ia menegaskan bahwa kemampuan IKEA untuk menurunkan harga agar konsumen tetap mampu membeli produk mereka menjadi lebih krusial dari sebelumnya. Hal ini tentu tidak dapat dicapai jika struktur biaya perusahaan tetap tinggi.

Dari total 850 karyawan yang terkena dampak PHK, sekitar 300 di antaranya berasal dari Swedia, termasuk yang bekerja di Almhult, salah satu pusat operasional utama IKEA. Jumlah PHK ini merepresentasikan sekitar 3 persen dari total 27.500 karyawan Inter IKEA di seluruh dunia.