Usulan Polisi untuk Menindak Tegas Pelaku Begal

oleh -5 Dilihat
Usulan Polisi untuk Menindak Tegas Pelaku Begal

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengusulkan agar aparat kepolisian menindak tegas pelaku begal dengan menembak mereka di tempat. Usulan ini disampaikan Sahroni sebagai respons terhadap maraknya aksi begal yang terjadi di berbagai wilayah belakangan ini.

Sahroni menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut. Ia berpendapat bahwa tindakan tegas sangat diperlukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di mana pun mereka berada. Menurutnya, usulan ini penting untuk memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan.

Meskipun demikian, Sahroni mengakui ada pihak-pihak yang menolak usulannya dengan alasan dianggap tidak baik. Namun, ia kembali menegaskan bahwa tindakan tegas ini justru sangat baik demi keamanan warga. Ia berharap seluruh Polda dapat menyikapi persoalan ini dengan serius dan menerapkan tindakan tegas.

Sebelumnya, Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Helfi Assegaf, juga telah mengeluarkan peringatan keras terhadap pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor di wilayahnya. Helfi memerintahkan jajarannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan aksi kejahatan.

Baca juga: Harry Kane Kejar Rekor Lewandowski: Bundesliga Makin Panas

Pernyataan Kapolda Lampung ini dikeluarkan setelah terungkapnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang menewaskan Bripka (Anumerta) Arya Supena. Dalam pengungkapan kasus tersebut, salah satu pelaku bernama Bahroni alias Roni terpaksa ditembak mati oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap.

Helfi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku begal yang dianggap telah sangat meresahkan masyarakat. Ia secara tegas memerintahkan seluruh jajaran untuk menindak pelaku begal dengan menembak di tempat, karena tidak ada toleransi bagi mereka.

Menurut hasil pendalaman yang dilakukan oleh polisi, aksi para pelaku begal tidak lagi sekadar pencurian biasa. Profiling yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil kejahatan mereka diduga kuat digunakan untuk membeli narkoba dan mendanai aktivitas kriminal lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah begal sudah berkembang menjadi lebih serius.

Kapolda Helfi juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap aksi begal atau tindak kriminal lainnya yang mereka temui. Masyarakat diminta untuk segera memanfaatkan layanan darurat 110 agar pihak kepolisian dapat bergerak cepat dalam menangani setiap laporan.