Ketua PP Muhammadiyah: Perang Sulit Diakhiri Karena Pelaku Negara Adidaya

oleh -9 Dilihat
Ketua PP Muhammadiyah: Perang Sulit Diakhiri Karena Pelaku Negara Adidaya

KabarDermayu.com – Upaya menghentikan berbagai konflik bersenjata yang terjadi di dunia seringkali menemui jalan buntu. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa kesulitan ini sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa negara-negara adidaya seringkali menjadi pihak yang terlibat dalam perang tersebut.

Menurut Haedar, masyarakat global saat ini tengah menghadapi tantangan besar berupa konflik atau perang yang dipilih oleh sebagian negara adidaya. Ia menilai kondisi ini mencerminkan hilangnya falsafah kemanusiaan dalam peradaban modern.

“Bahkan menjadi lorong buntu kemodernan, karena setelah Perang Dunia I dan II mestinya kita tidak boleh lagi ada perang,” ujar Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: Stok BBM Nasional Aman: Pertalite 16 Hari, Pertamax 27 Hari (BPH Migas)

Haedar menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai organisasi dunia seharusnya menjadi garda terdepan dalam memelopori perdamaian. Ia berharap agar bangsa-bangsa di dunia terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meskipun ia mengakui bahwa mewujudkan hal tersebut sangatlah sulit.

“Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Haedar Nashir juga mengecam keras segala bentuk kekerasan yang terjadi. Ia secara khusus menyoroti kasus penculikan jurnalis yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang hendak menuju Gaza, Palestina.

“Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi menggunakan kekerasan atau politik kekerasan,” tegas Haedar.

Ia berpendapat bahwa politik kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Hal ini termasuk kasus penangkapan tiga jurnalis dan aktivis Indonesia oleh Angkatan Laut Israel saat mereka berpartisipasi dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

“Mereka kan tidak punya kepentingan politik apa pun,” tambahnya.

Haedar berharap agar Israel tidak bertindak secara membabi buta dalam menangani persoalan di Palestina. Ia juga mendesak agar tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat Gaza serta pihak-pihak yang bertugas dalam misi perdamaian dan kemanusiaan tidak terus dilakukan.

“PBB harus bertindak kalau menurut saya,” pungkas Haedar, menegaskan pentingnya peran PBB dalam merespons aksi Israel tersebut.