WNI Ditangkap, Pemerintah Jamin Tanggung Jawab Meski Tak Ada Hubungan dengan Israel

oleh -7 Dilihat
WNI Ditangkap, Pemerintah Jamin Tanggung Jawab Meski Tak Ada Hubungan dengan Israel

KabarDermayu.com – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, memberikan pernyataan mengenai penangkapan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Kesembilan WNI tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan Global Freedom Flotilla yang bertujuan menuju Gaza, namun ditangkap oleh militer Israel.

Supratman menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait insiden penangkapan tersebut. Langkah-langkah dialog sedang diupayakan untuk menangani situasi ini.

Ia menambahkan bahwa Kemlu RI telah melakukan dialog dengan seluruh pihak terkait. Hal ini disampaikan Supratman kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Lebih lanjut, Supratman menegaskan komitmen negara untuk hadir dan bertanggung jawab dalam upaya pembebasan kesembilan WNI tersebut. Meskipun Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin.

Baca juga: Mata Uang Terlemah Dunia 2026: Rupiah Dekati Rp17.800/Dolar AS

“Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negara kita yang berada di luar negeri,” ujar Supratman, menekankan peran negara dalam melindungi WNI di kancah internasional.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengonfirmasi bahwa seluruh WNI yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza telah menjadi korban penculikan oleh pasukan Israel. Penyergapan dilakukan terhadap kapal-kapal yang membawa para peserta misi.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam respons tertulis kepada ANTARA pada Rabu, menyatakan bahwa sembilan WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dilaporkan telah ditangkap oleh Israel.

Kemlu RI, bersama dengan perwakilan RI di wilayah terkait, terus melakukan pendekatan intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan perlindungan seluruh sembilan WNI yang ditahan.

Menariknya, di antara sembilan WNI yang ditangkap tersebut, terdapat tiga wartawan dari media nasional. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik mereka.

Nabyl memastikan bahwa seluruh jalur diplomatik dan langkah-langkah kekonsuleran sedang dimaksimalkan. Upaya ini dilakukan untuk menjamin perlindungan penuh bagi para WNI yang menjadi korban penculikan oleh Israel.

Langkah-langkah ini akan terus ditempuh hingga seluruh WNI yang mengikuti flotilla ke Jalur Gaza dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Hal ini diungkapkan oleh Nabyl sebagai penegasan komitmen pemerintah.

Indonesia secara tegas mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Pernyataan ini disampaikan oleh Nabyl sebagai bentuk desakan diplomatik.