Sembilan WNI yang Ditahan Militer Israel Telah Tiba di Indonesia

oleh -8 Dilihat
Sembilan WNI yang Ditahan Militer Israel Telah Tiba di Indonesia

KabarDermayu.com – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, akhirnya tiba kembali di tanah air.

Kedatangan mereka disambut haru oleh keluarga dan kerabat di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu sore, 24 Mei 2026.

Suasana haru tampak menyelimuti area kedatangan penumpang. Sejumlah keluarga dan kerabat telah memadati lokasi, membawa bendera Palestina dan mengenakan kain kiffaye sebagai bentuk dukungan.

Melalui siaran langsung di akun Instagram Dompetdhuafa.org, terdengar keterangan yang menyampaikan kondisi penyambutan tim GSF Indonesia di Soekarno Hatta.

Para penyambut tak henti meneriakkan seruan dukungan, “Free Palestine.. Free Palestine… Free Palestine”.

Sekitar pukul 17.00 WIB, kesembilan WNI tersebut akhirnya keluar menuju area kedatangan penumpang.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, turut hadir untuk menyambut mereka. Beliau menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para WNI yang sempat ditangkap dan ditahan oleh militer Israel.

“Rekan-rekan sekalian pada hari ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa kita menerima kembali kedatangan keluarga kita Global Sumud Flotilla,” ujar Menlu Sugiono.

Beliau menambahkan bahwa sejak 18 Mei, tim tersebut diintersep dan ditahan oleh militer Israel. Berkat upaya koordinasi dan negosiasi, mereka akhirnya dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

Kesembilan WNI tersebut, termasuk empat jurnalis dari Indonesia, tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Mereka ditangkap saat berada di perairan internasional dalam upaya membawa bantuan untuk masyarakat Gaza.

Laporan menyebutkan bahwa ratusan aktivis, termasuk kesembilan WNI tersebut, mengalami kekerasan fisik oleh militer Israel.

Kekerasan tersebut dilaporkan mencakup pemukulan hingga penyetruman.

Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Menlu Sugiono, menyatakan bahwa kesembilan WNI tersebut dalam kondisi sehat walafiat.

Meskipun demikian, beliau membenarkan adanya kekerasan fisik yang dialami selama 3-4 hari penahanan.

Baca juga: Biaya Hidup Naik, Ribuan Produk Supermarket Diskon Besar

Beliau merinci bahwa beberapa di antaranya mengalami pemukulan, tendangan, atau bahkan penyetruman.