Rupiah Menguat: Airlangga Ungkap Kondisi Tak Separah 2014

oleh -7 Dilihat
Rupiah Menguat: Airlangga Ungkap Kondisi Tak Separah 2014

KabarDermayu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pandangannya mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini.

Menurut Airlangga, pelemahan tersebut masih tergolong rendah dan dapat dikendalikan, terutama jika dibandingkan dengan periode pelemahan rupiah dalam dua dekade terakhir, khususnya antara tahun 2004 hingga 2014.

Pada rentang waktu 2004-2014, Airlangga mengungkapkan bahwa depresiasi rupiah tercatat mencapai sekitar 40 persen. Kondisi ini diperparah dengan lonjakan inflasi domestik pada tahun 2005 yang mencapai 17 persen.

Inflasi yang tinggi tersebut, menurut Airlangga, merupakan dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang meroket hingga mencapai US$140 per barel pada saat itu.

“Jadi dalam 10 tahun atau dari 2004 ke 2014, depresiasi rupiah itu mencapai 40 persen. Ditambah inflasi pada tahun 2005 di (angka) 17 persen akibat harga minyak saat itu mencapai US$140 per barel,” ujar Airlangga di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin, 25 Mei 2026.

Ia melanjutkan, meskipun pada periode 10 tahun berikutnya, yaitu 2014-2024, depresiasi rupiah sedikit menurun menjadi 30,6 persen, dengan inflasi yang juga terkoreksi ke kisaran 3 persen.

Namun, kondisi saat ini dinilai jauh lebih baik. Airlangga memaparkan bahwa inflasi berhasil dijaga di angka 2,4 persen, sementara depresiasi rupiah tercatat hanya sekitar 5 persen sejak awal tahun 2026.

“Karena per hari ini, inflasi kita jaga di 2,4 persen dan depresiasi rupiah 5 persen. Sementara di 2014-2024 itu depresiasi rupiah di 30,6 persen dengan inflasi 3 persen. Jadi beda nih kualitasnya dalam dua dekade terakhir,” jelas Airlangga.

Selain itu, Airlangga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan kondisi pada periode pelemahan rupiah yang lebih parah di masa lalu.

Kondisi sektor perbankan dan korporasi nasional juga dilaporkan masih dalam keadaan sehat, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika geopolitik dan tekanan global.

Sebagai informasi, pada perdagangan pasar spot hari Senin pagi, 25 Mei 2026, rupiah tercatat berada di level Rp 17.718 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.717 per dolar AS.

Perbandingan kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan lebih baik, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global.

Airlangga Hartarto, sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, terus memantau dan mengupayakan berbagai kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga: Prabowo Buka Museum dan Perpustakaan Seskoad Bandung yang Baru

Fokus pada penguatan fundamental ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi menjadi kunci utama dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antarlembaga pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dengan fundamental ekonomi yang lebih kokoh dan sektor keuangan yang stabil, Indonesia diharapkan dapat melewati berbagai tantangan global dengan lebih resilien.

Pernyataan Airlangga ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya pelemahan rupiah saat ini, meyakinkan publik bahwa situasinya terkendali dan jauh dari krisis seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi terus menjadi prioritas utama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Perbandingan dengan data historis, seperti pelemahan rupiah di tahun 2014, memberikan konteks yang penting untuk memahami persepsi publik terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Airlangga menegaskan bahwa perbandingan tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengelolaan ekonomi makro Indonesia.

Hal ini juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Dengan strategi yang tepat dan implementasi kebijakan yang konsisten, diharapkan rupiah akan terus menguat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Perhatian terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk inflasi dan nilai tukar, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pesan yang disampaikan oleh Airlangga Hartarto ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan keyakinan kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai ketahanan ekonomi Indonesia.

Kondisi ekonomi yang stabil akan menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai target pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.