BTN Banting Harga: 10.000 Hunian 40% di Bawah Pasar, Cara Dapat

oleh -9 Dilihat
BTN Banting Harga: 10.000 Hunian 40% di Bawah Pasar, Cara Dapat

KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan menawarkan 10.000 unit hunian bekas atau seken melalui program Lelang Akbar BTN 2026. Puluhan ribu properti ini akan dijual dengan harga yang sangat menarik, bahkan mencapai 40 persen di bawah harga pasar.

SEVP Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, menjelaskan bahwa rumah bekas dan aset lelang semakin diminati masyarakat. Hal ini karena harganya lebih terjangkau, lokasinya seringkali sudah berkembang dengan fasilitas lengkap. BTN juga menawarkan opsi pembiayaan khusus untuk rumah seken dengan bunga mulai dari 5 persen.

Tujuan program ini adalah untuk memperluas akses masyarakat dalam memiliki hunian maupun berinvestasi properti. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendukung Program 3 Juta Rumah yang sedang digalakkan pemerintah.

“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,” ujar Benjamen dalam acara Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Masyarakat dapat mengakses puluhan ribu hunian seken ini melalui platform Bale Lelang BTN. Platform ini tersedia baik melalui situs web Balelelang.btn.co.id maupun aplikasi mobile Bale by BTN. Inovasi BTN ini menyediakan ekosistem lengkap untuk hunian seken dan aset lelang.

Baca juga: 90% Operasi Patuh 2026 Fokus Penindakan Hukum, Kombinasi ETLE dan Tilang Manual

Platform tersebut mencakup katalog aset, proses transaksi, hingga dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Benjamen menambahkan bahwa aset yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lainnya.

Lokasi properti yang dilelang juga tersebar luas, mencakup wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga daerah di luar Pulau Jawa. Sebagian besar aset ini berlokasi di kawasan yang sudah memiliki akses infrastruktur yang baik, fasilitas publik yang memadai, serta lingkungan hunian yang sudah terbentuk.

BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35% sepanjang tahun 2026. Target ini dilandasi oleh performa positif pada tahun 2025, di mana BTN berhasil mencatatkan tingkat laku lelang tertinggi di antara bank-bank Himbara, dengan realisasi mencapai 34,4%.

Untuk mempermudah masyarakat dalam membeli rumah lelang, BTN menghadirkan produk KPR BTN Maju. Produk ini menawarkan bunga mulai dari 5% fixed selama 5 tahun, uang muka yang sangat ringan mulai dari 1%, serta tenor pinjaman yang panjang hingga 30 tahun.

“Kami melihat rumah second kini tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian bagi masyarakat di tengah kenaikan harga rumah baru. Penguatan ekosistem rumah second ini diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, mendukung Program 3 Juta Rumah, sekaligus menciptakan pasar properti yang lebih sehat dengan pilihan harga yang lebih kompetitif,” kata Benjamen.

Dalam kesempatan yang sama, Property Expert Panangian Simanungkalit menilai bahwa masuknya hunian lelang ke pasar melalui Lelang Akbar BTN 2026 berpotensi besar menjadi pendorong tren positif di industri properti dalam beberapa tahun ke depan.

“Jangan terlewat kesempatan ini apalagi proses lelang kini semakin mudah. Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun,” ujar Panangian.

Panangian menekankan bahwa pasar sekunder properti dapat menjadi solusi efektif untuk memperluas akses kepemilikan rumah, terutama di tengah tingginya angka backlog perumahan nasional. Ia berpendapat bahwa dengan harga yang kompetitif, lokasi yang strategis, infrastruktur yang sudah terbangun, serta dukungan KPR dengan bunga single digit, hunian seken menjadi opsi yang sangat menarik.

Sementara itu, Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Syukriah HG, menyatakan bahwa penyelenggaraan Lelang Akbar BTN 2026 sejalan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya lelang sebagai instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, dan relevan untuk mendukung perekonomian nasional.

Syukriah menambahkan bahwa tema ini sangat selaras dengan dinamika ekonomi saat ini, terutama dalam upaya memperluas akses ekonomi bagi masyarakat. DJKN terus berupaya menyempurnakan layanan lelang melalui digitalisasi aplikasi dan sistem. Tujuannya adalah untuk menjadikan proses lelang semakin cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” ujar Syukriah.