IHSG Dibuka Menguat: Bursa Asia Lesu, Wall Street Rekor Baru

oleh -10 Dilihat
IHSG Dibuka Menguat: Bursa Asia Lesu, Wall Street Rekor Baru

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, tercatat menguat tipis sebesar 7 poin atau 0,12 persen, mencapai level 6.137.

Namun, penguatan ini dibayangi oleh potensi koreksi lebih lanjut. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan tren koreksinya pada perdagangan hari ini.

“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini,” ujar Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 29 Mei 2026.

Fanny juga menguraikan level support dan resistance IHSG. Support IHSG diprediksi berada di kisaran 6.000-6.070, sementara resistance berada di rentang 6.200-6.300.

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh kondisi bursa saham Asia yang cenderung melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun 0,47 persen, Topix melemah 0,41 persen, Hang Seng Hong Kong menurun 1,27 persen, dan Taiex Taiwan turun 1,40 persen.

Baca juga: Amerika Serikat Akan Hentikan Layanan Maskapai Iran, Termasuk Pengisian Bahan Bakar dan Penjualan Tiket

Selain itu, Kospi Korea Selatan melemah 0,53 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 1,43 persen. Di sisi lain, kawasan China daratan menunjukkan penguatan, dengan CSI 300 dan Shanghai Composite naik 0,12 persen.

Sementara itu, indeks Straits Times turun 0,79 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,83 persen. Pelemahan bursa Asia ini terjadi di tengah sinyal yang saling bertentangan dari Amerika Serikat dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap negosiasi dengan Iran, yang sempat meredam harapan akan terobosan kesepakatan dalam waktu dekat. Trump juga menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang akan mengendalikan Selat Hormuz.

Berbeda dengan bursa Asia, indeks saham Wall Street justru kompak mencatatkan level tertinggi sepanjang masa (all time high) pada perdagangan Kamis kemarin.

Penguatan Wall Street ini didorong oleh rally saham teknologi dan optimisme pasar terhadap perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen.

Lonjakan saham teknologi dipicu oleh laporan kinerja kuat dari perusahaan cloud data Snowflake, yang kembali memicu optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI).

Pasar semakin bergairah setelah laporan Axios menyebutkan bahwa negosiator AS dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan ini juga membuka jalan untuk melanjutkan negosiasi program nuklir Iran.

Namun, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS, Donald Trump.

Level support IHSG berada di level 6.000-6.070 sementara resist IHSG di rentang 6.200-6.300.