Rumah Malang Meledak: Polisi Duga Gegara Ini

oleh -7 Dilihat
Rumah Malang Meledak: Polisi Duga Gegara Ini

KabarDermayu.com – Sebuah ledakan mengguncang sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada hari Minggu lalu.

Kepolisian Resor Malang menduga kuat bahwa penyebab ledakan tersebut adalah petasan rakitan yang diproduksi di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menyatakan bahwa dugaan ini didasarkan pada hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal serta pengumpulan barang bukti.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain selongsong yang berisi residu bubuk serta alat yang diduga digunakan untuk meracik petasan tersebut.

“Tim dari kepolisian setempat bersama Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob dan Bidang Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, serta mengamankan 18 barang bukti dari lokasi kejadian,” ujar Bambang seperti dikutip pada Rabu, 27 Mei 2026.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa personel gabungan juga mengamankan beberapa barang bukti tambahan.

Barang bukti tersebut meliputi alat pemadat, sumbu petasan, hingga serpihan kertas yang masih memiliki sisa bubuk.

Baca juga: BKPRMI: Bantuan Kurban Presiden dari APBN Sesuai Hukum

“Seluruh barang bukti sedang diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya,” jelasnya.

Saat ini, Polres Malang bersama Polda Jawa Timur masih terus melakukan penyelidikan mendalam.

Tujuannya adalah untuk mengungkap asal-usul bahan peledak yang digunakan dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi dari Polres Malang, ledakan di rumah tersebut terjadi pada Minggu, 24 Mei malam.

Peristiwa nahas ini mengakibatkan enam orang anggota keluarga menderita luka-luka.

Salah satu korban, Syamsul Arifin (26), mengalami luka bakar yang cukup parah, diperkirakan mencapai 60 persen.

Syamsul saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar, Kota Malang.

Sementara itu, lima anggota keluarga lainnya yang juga menjadi korban adalah Yatin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah.

Mereka mengalami luka ringan akibat ledakan tersebut.

Insiden ledakan di Malang yang diduga dipicu oleh petasan ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Sebelumnya, pada Sabtu, 23 Mei, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ledakan di Desa Jenggolo tersebut bahkan merenggut satu korban jiwa, seorang penghuni berinisial S (48).

Menyikapi rangkaian kejadian ini, Bambang menekankan upaya pencegahan yang terus ditingkatkan oleh pihak kepolisian.

Pihaknya berupaya meningkatkan pelaksanaan patroli keamanan lingkungan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.