KabarDermayu.com – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan penutupan operasional ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, yang ditandai dengan keberhasilan penyelenggaraan berkat sistem keamanan, organisasi, dan layanan yang terintegrasi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Wilayah Mekkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, menjelang berakhirnya musim haji tahun ini.
Menurut laporan dari Anadolu, Pangeran Saud menyatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat terlaksana dengan lancar dan aman. Hal ini merupakan hasil dari penerapan sistem pengamanan, pengelolaan, serta layanan yang terkoordinasi dengan baik.
Keberhasilan ini tidak serta merta mengakhiri tugas pemerintah Arab Saudi, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab berkelanjutan dalam memberikan pelayanan kepada umat Islam di seluruh dunia.
Otoritas statistik Arab Saudi melaporkan bahwa jumlah jemaah haji tahun ini mencapai angka 1.707.301 orang. Angka ini terdiri dari 1.546.655 jemaah yang berasal dari 165 negara berbeda, serta 160.646 jemaah domestik dari Arab Saudi sendiri.
Jumlah jemaah haji tahun 2026 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2025, yang mencatat 1.673.230 jemaah. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan musim haji 2024, yang diikuti oleh lebih dari 1,83 juta jemaah.
Rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah dimulai pada hari Senin, 25 Mei 2026, dengan pergerakan jemaah menuju Mina. Seluruh proses ini didukung oleh layanan dan pengamanan yang telah diperketat.
Selama enam hari pelaksanaan, para jemaah menjalani serangkaian tahapan ibadah utama. Tahapan tersebut meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, hingga melaksanakan tawaf wada di Masjidil Haram, Makkah.
Baca juga: PWI-IKWI Indramayu Bagikan Daging Kurban untuk Warga
Ibadah haji tahun 1447 Hijriah dijadwalkan akan secara resmi berakhir pada hari Sabtu, 30 Mei 2026.





