KabarDermayu.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran di Selat Hormuz masih tetap berlaku.
Pernyataan ini disampaikan oleh Hegseth meskipun sebelumnya Presiden AS, Donald Trump, sempat mengisyaratkan kemungkinan pencabutan kebijakan tersebut.
“Blokade itu masih tetap berlaku,” ujar Hegseth kepada para wartawan. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela forum keamanan Dialog Shangri-La yang berlangsung di Singapura.
Sebelumnya, pada Jumat, 29 Mei 2026, Presiden Trump sempat menulis di media sosial bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan dicabut. Ia juga menambahkan bahwa keputusan final akan diambil dalam sebuah pertemuan di Situation Room Gedung Putih.
Menanggapi situasi ini, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menuduh Trump mengkhianati upaya diplomasi. Ia menyatakan bahwa Trump mempertahankan blokade tersebut dan mengajukan tuntutan yang berlebihan dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran.
Latar belakang ketegangan ini adalah serangan bersama antara AS dan Israel terhadap target-target di Iran yang dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Selanjutnya, pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas.
Baca juga: Babinsa Jatisura Dukung Percepatan Tanam MT II Petani Cikedung
Meskipun tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian terkait kelancaran jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.





