Karier Dadan Hindayana di Istana Berakhir, Pernah Terima Bintang Jasa Utama

oleh -5 Dilihat
Karier Dadan Hindayana di Istana Berakhir, Pernah Terima Bintang Jasa Utama

KabarDermayu.com – Perjalanan karier Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan tersebut pada Selasa, 2 Juni 2026.

Pencopotan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dadan sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN sejak dilantik oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.

Artinya, Dadan hanya memimpin Badan Gizi Nasional selama kurang lebih 1 tahun 9 bulan sebelum akhirnya diganti oleh pemerintahan Prabowo.

Pergantian ini cukup menyita perhatian publik karena Dadan sebelumnya dikenal sebagai sosok akademisi yang dipercaya menjadi pimpinan pertama BGN dan mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baru Raih Bintang Jasa Utama Sebelum Dicopot

Menariknya, sebelum dicopot dari jabatannya, Dadan Hindayana sempat menerima penghargaan bergengsi dari Presiden Prabowo Subianto.

Pada tahun 2026, Dadan menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI atas pengabdiannya di bidang pemerintahan dan pelayanan publik.

Penghargaan ini menambah daftar penghormatan negara yang pernah diterima Dadan selama kariernya sebagai akademisi dan pejabat negara.

Sebelumnya, ia juga memperoleh:

  • Bintang Mahaputera dari Presiden RI pada 2025
  • Penghargaan People of The Year 2025 kategori Penggerak Gerakan Kesehatan Masyarakat
  • Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun

Oleh karena itu, pencopotannya dari posisi Kepala BGN cukup mengejutkan publik, terlebih dilakukan tidak lama setelah dirinya menerima penghargaan negara.

Berawal dari Akademisi dan Ahli Entomologi

Sebelum dikenal sebagai pejabat negara, Dadan Hindayana lebih dulu memiliki perjalanan panjang di dunia akademik.

Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967 ini dikenal sebagai pakar entomologi atau ilmu serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Proteksi Tanaman di IPB dan lulus pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Dadan kemudian melanjutkan pendidikan magister di University of Bonn, Jerman, dan lulus pada 1997.

Baca juga: Arman Tsarukyan Ungkap Calon Lawan UFC Berikutnya, Isyaratkan Rematch Lawan Petarung Brasil

Tak berhenti di sana, ia meraih gelar doktor Entomologi Terapan dari Leibniz Universität Hannover, Jerman.

Fokus penelitiannya banyak berkaitan dengan pengendalian hama terpadu dan menjadi rujukan di sejumlah negara Asia hingga Afrika.

Puluhan Tahun Mengabdi di Dunia Pendidikan

Karier profesional Dadan dimulai sebagai dosen tetap di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB sejak 1992.

Di lingkungan kampus, ia dipercaya mengisi berbagai posisi strategis, antara lain:

  • Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB (2001-2002)
  • Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB (2003-2008)
  • Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB (2007-2008)

Selain itu, Dadan juga pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau di Halmahera Utara pada periode 2014-2022.

Selama berkarier di dunia akademik, ia dikenal aktif menghasilkan publikasi internasional dan penelitian di bidang entomologi.

Jadi Kepala Pertama Badan Gizi Nasional

Nama Dadan semakin dikenal luas ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pertama pada 19 Agustus 2024.

Ia mendapat tugas besar membangun lembaga baru sekaligus menyiapkan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Di era pemerintahan Prabowo, Dadan tetap dipercaya memimpin BGN dan menjadi salah satu wajah utama implementasi MBG di berbagai daerah.

Namun dalam perjalanannya, program tersebut juga menghadapi sejumlah polemik, termasuk kasus keracunan makanan massal yang sempat menjadi perhatian publik.

Kini Posisinya Digantikan Nanik S Deyang

Setelah resmi dicopot, posisi Dadan Hindayana kini digantikan oleh Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.

Hingga kini, pihak Istana belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan pencopotan Dadan dari jabatan tersebut.

Meskipun demikian, perjalanan karier Dadan Hindayana tetap menjadi salah satu kisah akademisi yang berhasil menembus pucuk pimpinan lembaga strategis negara sebelum akhirnya diberhentikan setelah hampir dua tahun menjabat.