KabarDermayu.com – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Nota kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk memperluas jejaring pengampuan layanan kesehatan mata bagi masyarakat Sumut.
Penandatanganan MoU ini merupakan langkah lanjutan dari program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di sektor kesehatan. Setelah sebelumnya fokus pada perluasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, kini Pemprov Sumut berupaya keras meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
Bobby Nasution menekankan pentingnya peningkatan kualitas ini. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Sumut telah berupaya memperbaiki berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo, yang merupakan Pusat Mata Nasional, menjadi bagian integral dari upaya pengoptimalan layanan rumah sakit mata yang dimiliki Provinsi Sumut. Ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi kesehatan mata masyarakat.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo, Antonia Kartika, memaparkan bahwa program jejaring pengampuan mata ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Terutama, para dokter dan perawat mata di Sumatera Utara akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan.
Tahap awal program ini telah dimulai dengan sesi ilmiah dan teori yang dilakukan melalui pertemuan daring (Zoom meeting). Selanjutnya, akan diadakan lokakarya (workshop) bagi para dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara, serta perawat mata.
Tidak hanya itu, akan ada pula pendampingan langsung untuk operasi katarak sehari setelah lokakarya. Hal ini menunjukkan komitmen Rumah Sakit Mata Cicendo untuk berbagi keahlian dan pengalaman demi kemajuan layanan kesehatan mata di Sumut.
Lebih lanjut, program pengampuan ini juga memiliki tujuan mulia untuk menekan angka kebutaan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa prevalensi kebutaan di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 3%.
Melalui peningkatan penanganan berbagai penyakit mata yang menjadi penyebab kebutaan, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata. Penyakit seperti katarak, retinopati diabetik, glaukoma, dan lainnya akan menjadi fokus penanganan yang lebih baik.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan mata di Sumatera Utara akan semakin meningkat, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan secara signifikan mengurangi angka kebutaan di wilayah tersebut.





