12 Tahun Menanti, Dadan Hindayana Akhirnya Berangkat Haji Setelah Mendaftar di 2014

oleh -7 Dilihat
12 Tahun Menanti, Dadan Hindayana Akhirnya Berangkat Haji Setelah Mendaftar di 2014

KabarDermayu.com – Kisah perjalanan ibadah haji Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), baru-baru ini terungkap dan menarik perhatian publik.

Setelah menyelesaikan ibadahnya, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Di tengah sorotan terhadap pergantian pimpinan BGN dan statusnya sebagai tersangka, cerita mengenai penantian panjangnya untuk menunaikan rukun Islam kelima justru menjadi perbincangan.

Potret Dadan saat menjalankan ibadah haji sempat beredar luas di media sosial. Ia terlihat mengenakan pakaian serba putih dan tersenyum di tengah suasana Tanah Suci.

Namun, di balik foto tersebut, tersimpan sebuah kisah penantian yang telah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu. Dadan mengungkapkan bahwa ia dan istrinya telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji sejak tahun 2014.

Sama seperti jutaan calon jemaah haji lainnya di Indonesia, mereka harus masuk dalam daftar tunggu yang panjang. Penantian tersebut akhirnya berakhir pada tahun 2026, ketika nama mereka dipanggil untuk berangkat.

“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” ujar Dadan, seperti dikutip dari VIVA pada Kamis, 4 Juni 2026, saat berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Meskipun sedang menunaikan ibadah haji, Dadan pada saat itu tetap menyempatkan diri untuk menjalankan beberapa agenda penting terkait bidang tugasnya.

Salah satu agendanya adalah kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah. Dalam pertemuan tersebut, ia membahas potensi penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri.

Dadan menyampaikan bahwa usulan program tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo untuk dipelajari lebih lanjut. Namun, rencana ini akhirnya pupus setelah dirinya dicopot dari jabatan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Dadan kembali ke Indonesia pada 1 Juni 2026. Ia merupakan bagian dari rombongan pertama jemaah haji yang pulang dari Arab Saudi.

Setibanya di Tanah Air, Dadan langsung kembali menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN. Keesokan harinya, ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat.

Namun, hanya beberapa jam setelah kegiatan tersebut, pemerintah mengumumkan adanya pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional.

Melalui sebuah keputusan, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Dua wakil kepala lembaga tersebut, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, juga turut dicopot dari posisi mereka.

Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S. Deyang untuk mengisi posisi Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian pimpinan ini dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut.

“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut adalah pelaksanaan prosedur operasional yang berlaku.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” tegasnya.