KabarDermayu.com – Seorang pengusaha asal Israel, Roni Mani, baru-baru ini mengungkap klaim mengejutkan mengenai Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Mani mengklaim bahwa Trump pernah melontarkan ancaman kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan keluarganya. Ancaman ini diduga dilayangkan Trump untuk mencegah Israel melancarkan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon.
Informasi ini diperoleh Mani dari sumber senior di Gedung Putih. Menurut pengusaha tersebut, Trump secara pribadi menghubungi Sara Netanyahu, istri Benjamin Netanyahu. Tujuannya adalah meminta Sara untuk membujuk suaminya agar membatalkan rencana operasi militer di Beirut selatan.
“Informasi eksklusif yang saya peroleh dari sumber-sumber di Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump menghubungi Sara Netanyahu dan menuntut agar ia mengendalikan Netanyahu. Jika tidak, Trump mengancam akan memenjarakannya, mengusir Yair Netanyahu dari Amerika Serikat, serta membekukan seluruh aset keluarga mereka di negara itu,” kata Mani, seperti dikutip dari laman Middle East Monitor pada Jumat, 5 Juni 2026.
Lebih lanjut, Mani juga mengklaim bahwa Trump menawarkan suaka politik di Amerika Serikat kepada keluarga Netanyahu. Tawaran ini akan berlaku apabila sang perdana menteri kalah dalam pemilihan umum mendatang.
Menurut penuturan Mani, setelah percakapan dengan Trump, Sara Netanyahu segera menegur suaminya terkait masalah tersebut. Tak lama kemudian, Netanyahu dilaporkan menghubungi Trump dan menyetujui pembatalan rencana serangan yang sebelumnya sedang dipertimbangkan oleh Israel.
Namun demikian, klaim yang dilontarkan oleh Roni Mani ini hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak Gedung Putih, keluarga Netanyahu, maupun pejabat pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Mani.
Munculnya laporan ini terjadi di tengah meningkatnya kabar mengenai ketegangan hubungan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Ketegangan ini diduga dipicu oleh operasi militer Israel yang dilakukan di wilayah Lebanon.
Sebelumnya, media Axios sempat melaporkan, mengutip sejumlah pejabat senior Gedung Putih, bahwa Trump terlibat dalam percakapan telepon yang berlangsung panas dengan Netanyahu. Dalam pembicaraan tersebut, Trump dikabarkan meluapkan kemarahannya atas banyaknya korban sipil yang jatuh akibat agresi militer Israel di Lebanon.
Menurut para pejabat tersebut, Trump bahkan menyebut tindakan Netanyahu sebagai tindakan yang “gila”. Trump diduga mengatakan, “Kamu benar-benar sudah gila. Kalau bukan karena saya, kamu mungkin sudah berada di penjara. Saya yang menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu, dan semua orang juga membenci Israel karena tindakan yang kamu lakukan.”





