KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, tercatat anjlok ke level 5.799. Indeks melemah 39 poin atau 0,68 persen dari penutupan sesi sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG memiliki potensi untuk bangkit pada perdagangan hari ini. Ia memperkirakan adanya pembalikan teknikal jangka pendek.
Fanny mengemukakan bahwa bursa saham di Asia secara kompak mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,36 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,48 persen, dan Taiex Taiwan terkoreksi 1,68 persen.
Selain itu, indeks Kospi Korea Selatan juga terpantau turun 1,84 persen, sementara indeks ASX 200 Australia melemah 1,13 persen. Di sisi lain, Kosdaq Korea Selatan justru menguat 2,31 persen, dan FTSE Malay KLCI naik tipis 0,63 persen.
Pelemahan yang terjadi di bursa Asia-Pasifik ini disebut mengikuti tren penurunan di Wall Street. Faktor utamanya adalah ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan harga minyak tetap tinggi, menimbulkan kekhawatiran terkait energi dan inflasi.
Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan dihantam oleh Iran pada Rabu pagi, 3 Juni 2026. Kejadian ini terjadi sehari setelah Komando Pusat AS mengumumkan keberhasilannya dalam menggagalkan beberapa rudal balistik dan drone Iran, serta melancarkan “serangan pertahanan diri” di Pulau Qeshm di Teluk Persia.
Fanny Suherman memberikan pandangan mengenai level teknikal IHSG. Ia menyebutkan bahwa level support IHSG berada di kisaran 5.600-5.700, sementara level resisten berada di rentang 5.900-5.930.
Sebagai informasi tambahan, mayoritas indeks saham di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh aksi rotasi investor yang beralih dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) ke sektor-sektor non-teknologi.
Secara spesifik, indeks Dow Jones melonjak 1,73 persen, dan S&P 500 menguat 0,41 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite mengalami sedikit penurunan sebesar 0,09 persen.
Kenaikan indeks Dow Jones dipimpin oleh saham UnitedHealth yang berhasil menguat lebih dari 5 persen. Saham-saham besar lainnya seperti JPMorgan Chase juga menguat sekitar 3 persen, dan Walmart naik hampir 1 persen. Selain itu, saham Costco tercatat naik sekitar 1 persen, dan saham Eli Lilly melonjak lebih dari 4 persen.





