KabarDermayu.com – Nanik S Deyang resmi ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana.
Setelah penunjukannya, Nanik segera melakukan konsolidasi internal bersama dua wakilnya yang baru ditunjuk, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Konsolidasi ini menghasilkan empat poin penting yang berfokus pada efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik bertekad untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran meskipun alokasinya telah dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Ia menyatakan akan berusaha keras untuk memangkas anggaran lebih lanjut tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat program.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Strategi pertama yang diusung Nanik adalah memfokuskan kembali penerima manfaat program MBG. Hal ini bertujuan untuk memastikan program tepat sasaran dan anggaran tersalurkan secara efektif.
Strategi kedua adalah melakukan moratorium atau penundaan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan unit pelaksana program MBG atau dapur MBG.
“Ketiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspensi,” jelas Nanik.
Dapur MBG yang tidak memenuhi standar kualitas dan operasional akan dikenakan sanksi suspensi. Hal ini menunjukkan komitmen BGN di bawah kepemimpinan Nanik untuk menjaga mutu makanan yang disajikan.
Keempat, Nanik akan merealisasikan program MBG untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan berbagai alternatif skema pelaksanaan. Tujuannya adalah agar program ini dapat berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Alasan Nanik Ditunjuk Prabowo
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu alasan utama adalah pengalaman Nanik yang sebelumnya telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan. Pengalaman ini dinilai membuatnya memahami secara mendalam berbagai proses dan program yang sedang berjalan di lembaga tersebut.
“Yang pertama, beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 4 Juni 2026.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai Nanik memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan tata kelola organisasi. Ia dikenal disiplin dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan manajemen internal BGN.
“Yang kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang, sangat tegas terhadap kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.
Prasetyo menambahkan bahwa kedisiplinan Nanik juga tercermin dalam komitmennya untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada seluruh penerima manfaat program MBG.
“Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” imbuh Prasetyo.
Pemerintah berharap Nanik, bersama kedua wakilnya, dapat segera melakukan perbaikan dan pembenahan di BGN untuk memastikan program MBG berjalan lebih efektif dan efisien.
Pemerintah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Nanik S Deyang untuk melakukan reformasi di BGN, terutama dalam hal efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis.
Penunjukan Nanik diharapkan dapat membawa angin segar bagi BGN, mengingat pengalamannya sebagai Wakil Kepala BGN dan reputasinya dalam menegakkan disiplin dan standar operasional.





