Perampingan BUMN: Anggota DPR Nilai Tingkatkan Efisiensi & Daya Saing

oleh -6 Dilihat
Perampingan BUMN: Anggota DPR Nilai Tingkatkan Efisiensi & Daya Saing

KabarDermayu.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, menyambut baik kebijakan pemerintah yang berkolaborasi dengan Danantara untuk melakukan perampingan dan konsolidasi anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai langkah ini merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Menurut Christiany, penyederhanaan struktur korporasi merupakan elemen krusial dalam transformasi BUMN. Tujuannya adalah agar BUMN lebih adaptif terhadap dinamika bisnis yang terus berubah dan mampu menghasilkan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

Ia menjelaskan bahwa selama ini, banyak BUMN memiliki struktur grup usaha yang sangat kompleks dengan jumlah anak perusahaan yang terbilang banyak. Kompleksitas ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi antar unit bisnis.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi, meningkatkan biaya operasional, serta mengurangi efektivitas pengambilan keputusan bisnis,” ujar Christiany dalam sebuah keterangan pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Oleh karena itu, Christiany mengapresiasi langkah konsolidasi yang telah diimplementasikan pada beberapa BUMN besar. Sektor-sektor seperti perkebunan, semen, dan kepelabuhanan menjadi contoh area di mana upaya ini patut diapresiasi sebagai langkah membangun organisasi yang lebih efisien, sehat, dan produktif.

Ia sependapat dengan pandangan para pengamat industri yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah entitas usaha dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya operasional dan optimalisasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Meskipun demikian, Christiany menekankan bahwa tantangan terbesar tidak berhenti pada proses merger atau penggabungan perusahaan semata. Tahap pasca-merger menjadi momen krusial yang membutuhkan perhatian lebih.

“Tahap yang jauh lebih penting adalah memastikan integrasi pasca-merger berjalan efektif, mulai dari harmonisasi budaya kerja, penyelarasan proses bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” lanjutnya.

Menurutnya, keberhasilan restrukturisasi BUMN tidak hanya dapat diukur dari berkurangnya jumlah anak usaha. Ukuran keberhasilan yang lebih substantif adalah peningkatan produktivitas, profitabilitas, serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai perwakilan Fraksi Partai Golkar, Christiany menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan. Masukan dari entitas BUMN, serikat pekerja, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sangat diharapkan.

Ia menambahkan bahwa setiap masukan yang bersifat konstruktif akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyempurnaan kebijakan. Hal ini demi memastikan transformasi BUMN berjalan secara inklusif, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi semua pihak yang terdampak.

Lebih lanjut, Christiany memastikan bahwa Komisi VI DPR RI bersama Fraksi Partai Golkar akan terus melakukan pengawalan terhadap proses transformasi dan restrukturisasi BUMN secara berkelanjutan. Komitmen ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.

“Apabila terdapat berbagai masukan maupun persoalan yang muncul di lapangan, pihaknya siap menindaklanjuti dan membahasnya bersama Kementerian BUMN serta Danantara untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Menurutnya, tujuan utama dari seluruh proses transformasi ini adalah menciptakan BUMN yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif. Diharapkan BUMN dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia.