Motif Ayah dan Anak Habisi Pedagang Cilok Tangerang

oleh -5 Dilihat
Motif Ayah dan Anak Habisi Pedagang Cilok Tangerang

KabarDermayu.com – Motif sakit hati akibat intimidasi dan pemerasan menjadi pemicu utama tindakan pembunuhan terhadap seorang pedagang cilok berinisial P (33) di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pelaku utama, MS (17), yang juga berprofesi sebagai pedagang cilok, mengaku kerap merasa terancam dan diminta uang oleh korban.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, rasa sakit hati tersebut kemudian diceritakan kepada ayahnya, BT (41). Diduga, cerita tersebutlah yang kemudian mendorong keduanya untuk mendatangi kontrakan korban.

Tanpa pikir panjang, ayah dan anak ini langsung melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata tajam untuk menghabisi nyawa korban. Keduanya mengakui telah melakukan perbuatan keji tersebut secara bersama-sama.

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, Polda Banten, berhasil menangkap kedua terduga pelaku pada Jumat, 5 Juni. Penangkapan dilakukan di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat keduanya hendak melarikan diri menuju Salatiga, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Tangerang menemukan fakta mengerikan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban, P (33), yang berasal dari Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan dengan delapan luka sabetan senjata tajam di tubuhnya.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa selain luka akibat senjata tajam, hasil pemeriksaan forensik juga menunjukkan adanya memar di beberapa bagian tubuh korban. Luka-luka tersebut diduga akibat benda tumpul, yang mengindikasikan adanya perlawanan dari korban.

Pemeriksaan tim forensik Polres dan RSUD Balaraja menemukan bahwa luka sabetan senjata tajam memiliki ukuran yang bervariasi. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti di lokasi kejadian. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperlancar proses pengungkapan kasus dan segera membawa para pelaku ke pengadilan.

Pihak kepolisian optimis bahwa kasus ini dapat segera terungkap dalam waktu dekat, berkat kerja keras tim investigasi dan bukti-bukti yang telah terkumpul. Motif dendam dan pemerasan yang melatarbelakangi aksi keji ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan lebih lanjut.