Harga Pangan Naik: Bulog DKI-Banten Sediakan Beras SPHP & MinyaKita di Ratusan Titik

oleh -7 Dilihat
Harga Pangan Naik: Bulog DKI-Banten Sediakan Beras SPHP & MinyaKita di Ratusan Titik

KabarDermayu.com – Menghadapi potensi kenaikan harga pangan, Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten mengambil langkah proaktif. Berbagai strategi telah disiapkan, termasuk distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, serta percepatan penyaluran bantuan pangan dan minyak goreng MinyaKita.

Upaya ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan dan menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Hal ini penting mengingat adanya indikasi kenaikan harga pada beberapa komoditas di pasar.

Pemimpin Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Taufan Akib, menjelaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pangan.

“Langkah-langkah strategis ini diambil untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat, terkait kecukupan kebutuhan bahan pangan pokok dan imbas dari adanya indikasi kenaikan harga di pasar,” kata Taufan Akib di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Bulog Sebar Beras SPHP dan Premium ke Ratusan Titik

Salah satu langkah utama yang dilakukan Bulog adalah memperluas distribusi beras medium melalui program SPHP dan beras premium. Penyaluran ini dilakukan melalui berbagai saluran distribusi resmi.

Fokus penyaluran diarahkan pada toko-toko binaan Bulog yang tersebar luas di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Jaringan distribusi ini mencakup berbagai pihak.

  • Koperasi
  • Rumah Pangan Kita (RPK)
  • Outlet binaan instansi pemerintah
  • Pedagang pengecer di pasar
  • Ritel modern

Menurut Taufan, saat ini terdapat 375 titik saluran binaan yang secara aktif menyalurkan produk pangan Bulog di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Jaringan distribusi ini juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digagas pemerintah.

Gerakan ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. “Hari ini, kami mendistribusikan beras SPHP dan beras premium ke toko binaan di Pasar Kramat Jati dan Pasar Senen,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah Diperluas

Bulog juga memperkuat distribusi beras premium melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di berbagai wilayah. Salah satu kegiatan distribusi skala besar dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Jakarta Timur.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan. Hal ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok.

Dengan semakin luasnya distribusi beras SPHP dan beras premium, Bulog berharap masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bahan pangan dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Penyaluran Bantuan Pangan Dipercepat

Selain distribusi beras komersial, Bulog juga berupaya mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran ini dilakukan secara serentak di berbagai wilayah.

Target penyelesaian penyaluran bantuan pangan adalah pada pekan kedua hingga pekan ketiga Juni 2026. Percepatan penyaluran bantuan pangan ini dianggap sebagai instrumen penting dalam menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Hingga Sabtu, 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog DKI Jakarta dan Banten telah mencapai 78,66 persen. Data Bulog menunjukkan bahwa sebanyak 1.592.420 penerima bantuan pangan telah menerima bantuan dari total target 2.024.376 penerima.

“Sudah tersalurkan ke 1.592.420 penerima bantuan pangan dari target penyaluran 2.024.376 penerima bantuan pangan,” kata Taufan.

Setiap Penerima Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak

Dalam program bantuan pangan ini, setiap penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan yang terdiri dari beras dan minyak goreng. Paket tersebut mencakup:

  • 20 kilogram beras
  • 4 liter minyak goreng

Bantuan ini diberikan untuk dua alokasi penyaluran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bulog menilai bahwa bantuan pangan ini akan sangat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Dengan terpenuhinya kebutuhan konsumsi, diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan di pasar. Berkurangnya tekanan permintaan ini pada gilirannya akan menekan potensi lonjakan harga berbagai bahan pokok.

Distribusi MinyaKita Terus Digencarkan

Selain fokus pada beras, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi minyak goreng MinyaKita ke berbagai pasar tradisional. Penyaluran ini dilakukan melalui jaringan pasar yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selain itu, distribusi juga dilakukan melalui toko-toko binaan di pasar tradisional yang tidak termasuk dalam SP2KP. Tujuan utama dari distribusi ini adalah untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasar.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memastikan harga minyak goreng tetap terjangkau oleh masyarakat. Bulog berharap kehadiran MinyaKita dapat menjadi instrumen penyeimbang pasokan, terutama di tengah fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi di beberapa daerah.

Pastikan Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman

Taufan menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil oleh Bulog memiliki tujuan utama untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman. Keamanan ini mencakup sisi pasokan dan juga harga.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pangan utama mereka.

“Langkah-langkah ini perlu kami lakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras dan minyak aman, tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Taufan.

Melalui distribusi beras SPHP, beras premium, bantuan pangan, dan MinyaKita secara masif, Bulog DKI Jakarta dan Banten berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga. Selain itu, kebutuhan masyarakat juga diharapkan dapat terpenuhi di tengah dinamika harga yang terjadi di pasar.