KabarDermayu.com – Santri kelas 5 dan 6 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang, baru-baru ini mengikuti sebuah diskusi interaktif yang mengusung tema “Santri Berkarakter dan Berwawasan Luas”.
Acara ini diselenggarakan sebagai langkah penting untuk mempersiapkan santri senior yang sebentar lagi akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Bekal yang diberikan mencakup pemahaman mendalam mengenai hukum siber serta kemampuan komunikasi publik.
Untuk memperkaya diskusi, dihadirkan dua alumni Gontor yang sangat kompeten di bidangnya. Mereka adalah Ustadz Muhammad Shobirin, alumni Gontor tahun 2001, dan Ustadz Hafyz Marshal, alumni Gontor tahun 2008.
Ustadz Muhammad Shobirin, yang berprofesi sebagai pakar hukum dan advokat, menggarisbawahi betapa krusialnya literasi hukum di lingkungan pendidikan Islam. Menurut pandangannya, menguasai regulasi yang berlaku saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi dunia pesantren.
“Santri dan seluruh pengelola institusi pendidikan wajib memiliki pemahaman yang kuat mengenai hukum yang mengatur operasional pesantren. Hal ini sangat penting sebagai upaya mitigasi dan pencegahan terhadap berbagai potensi masalah hukum yang mungkin timbul di masa mendatang,” ujar Shobirin pada Minggu, 7 Juni 2026.
Sementara itu, Ustadz Hafyz Marshal, seorang pakar komunikasi media dan hubungan masyarakat, menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang semakin tak terkendali. Ia mengingatkan bahwa media sosial ibarat pisau bermata dua yang menuntut penggunanya untuk selalu bertanggung jawab.
“Santri harus memiliki kesadaran penuh terhadap dampak luas yang ditimbulkan oleh media sosial. Ketika mereka lulus dari pesantren dan kembali ke masyarakat, mereka dituntut untuk mampu menggunakan media sosial secara bijak dan etis. Lebih dari itu, media sosial harus dijadikan sarana dakwah yang positif, bukan justru sebaliknya,” tegas Hafyz.
Menanggapi jalannya diskusi yang berlangsung dinamis, Ustadz Imam Haryadi, selaku Wakil Pengasuh PMDG Darul Qiyam Magelang, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa penguatan kapasitas di bidang hukum dan media merupakan bekal mutakhir yang sangat dibutuhkan oleh para alumni pondok.
“Bekal ilmu agama saja tidaklah cukup bagi santri. Mereka juga harus melek hukum dan media. Dengan demikian, ketika para alumni terjun langsung ke tengah masyarakat, mereka akan mampu memanfaatkan instrumen hukum dan media secara tepat, sesuai dengan koridor yang benar, dan membawa manfaat besar bagi umat,” ungkap Wakil Pengasuh Darul Qiyam.
Melalui diskusi yang mendalam ini, PMDG Darul Qiyam Magelang bertekad untuk melahirkan para pemimpin masyarakat. Para pemimpin ini diharapkan tidak hanya memiliki fondasi nilai-nilai pesantren yang kuat dan berkarakter, tetapi juga mampu beradaptasi serta responsif terhadap berbagai dinamika global yang terus berkembang.





