Respons Keras Menlu Iran Terhadap Tawaran Pertemuan Trump

oleh -3 Dilihat
Respons Keras Menlu Iran Terhadap Tawaran Pertemuan Trump

KabarDermayu.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan respons tegas terhadap keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Araghchi menilai gagasan pertemuan tersebut tidak realistis dan mengimbau agar semua pihak tetap berpijak pada kenyataan.

Dalam sebuah wawancara dengan media Lebanon, Al Mayadeen, Araghchi menyatakan pandangannya mengenai laporan keinginan Trump untuk mengadakan pertemuan. “Saya melihat laporan yang menyebut bahwa dia (Trump) mengatakan siap untuk bertemu atau ingin mengadakan pertemuan. Saya pikir kita harus realistis, berpikir dan hidup di dunia nyata,” tegasnya, seperti dikutip dari laman NDTV pada Minggu, 7 Mei 2026.

Araghchi juga sempat menyinggung insiden serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menceritakan bahwa saat serangan tersebut terjadi, dirinya berada di kantor Ayatollah. Namun, karena berada di bagian gedung yang berbeda, ia selamat dari luka.

Serangan tersebut kemudian memicu reaksi balasan dari Iran. Negara tersebut melancarkan serangan rudal dan drone yang diarahkan ke Israel serta negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, memegang peranan yang sangat aktif dalam menjalankan pemerintahan. Ia memiliki keterlibatan penuh dan efektif dalam urusan kenegaraan.

“Beliau hadir secara penuh dan efektif dalam urusan negara serta memiliki kendali penuh,” ujar Araghchi.

Araghchi menjelaskan bahwa minimnya kemunculan Mojtaba Khamenei di depan publik sejak menjabat bukanlah disebabkan oleh alasan politik. Hal tersebut lebih dikarenakan pertimbangan keamanan di tengah situasi konflik yang masih berlangsung. Perlu diketahui, konflik tersebut saat ini tengah berada dalam masa jeda, setelah gencatan senjata yang rapuh diberlakukan sejak 8 April.

Sementara itu, berbagai upaya perundingan, baik yang dimediasi oleh pihak ketiga maupun yang dilakukan secara langsung antara Iran dan Amerika Serikat, hingga kini belum membuahkan hasil yang permanen untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan.

Sebagai informasi, Donald Trump dalam wawancaranya dengan New York Post pada Rabu, 6 Juni, memang sempat menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin Iran. “Ya, saya ingin bertemu dengannya,” ungkap Trump, seraya menambahkan bahwa pertemuan tersebut berpotensi terjadi di masa mendatang, tergantung pada perkembangan situasi yang ada.