Motif Penyekapan Wanita Selama 3 Tahun di Bandung Terungkap Berkat Keluarga Korban

oleh -6 Dilihat
Motif Penyekapan Wanita Selama 3 Tahun di Bandung Terungkap Berkat Keluarga Korban

KabarDermayu.com – Sebuah kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang mengerikan terungkap di Bandung, Jawa Barat, di mana seorang wanita berinisial YTR (29) diduga telah disekap dan disiksa oleh kekasihnya sendiri selama kurang lebih tiga tahun.

Korban yang berasal dari Rancaekek, Kabupaten Bandung, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisinya sangat kritis dan tubuhnya dipenuhi luka berat.

YTR ditemukan dalam keadaan mengenaskan, merintih kesakitan di dalam kamar kos yang disewa oleh pelaku di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Penemuan ini terjadi setelah pihak keluarga melakukan pencarian intensif terhadap korban yang telah menghilang selama tiga tahun.

Kakak korban, Afif, menjadi pihak yang membongkar motif di balik tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku berinisial TH terhadap adiknya. Menurut Afif, pelaku melakukan penyiksaan setelah seluruh harta dan aset korban habis dikuras.

Awalnya, sang adik dilaporkan dalam kondisi baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu, kekasihnya mulai menghabiskan tabungan dan aset korban. Setelah harta korban habis, pelaku mulai melakukan penyiksaan.

“Motifnya kurang lebih dia itu baik-baik saja sampai tabungan atau harta adik saya habis, baru dia mulai melakukan penyiksaan. Dari yang awalnya cuma pukulan saja sampai perlakuan berat,” ungkap Afif dalam program acara Kabar Petang, tvOne, pada Sabtu (20/6/2026).

Penyiksaan yang dilakukan pelaku tidak hanya berupa pukulan tangan, tetapi juga menggunakan benda-benda seperti kursi dan helm. Perlakuan berat ini terus berlanjut hingga korban ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kakak ipar korban, Melani, menambahkan bahwa berbagai aset milik YTR lenyap satu per satu. Aset yang diduga telah dimanfaatkan tanpa izin oleh pelaku meliputi kendaraan pribadi, perangkat elektronik, tabungan, hingga fasilitas keuangan atas nama korban.

“Setelah harta dia habis, dia dipukul dan disiksa. Jadi dari mulai harta motor dijual, HP, laptop, emas-emas, semua dikuras. Terus ada tabungan BPJS Ketenagakerjaan juga dikuras. Terus pay later semuanya dibobol,” ujar Melani saat dihubungi melalui tayangan YouTube Maia ALELDUL TV, yang dikutip pada Minggu (21/6/2026).

Saat ditemukan oleh keluarga, kondisi luka korban sangat parah, terutama di bagian kepala. Luka tersebut telah mengalami infeksi serius yang disertai penumpukan nanah, membuat korban nyaris tidak dikenali oleh keluarganya.

Keluarga korban telah melaporkan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan ini ke Polda Jawa Barat pada tanggal 12 Juni 2026. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

Pihak kepolisian menduga korban menjadi sasaran penganiayaan oleh seorang pria berinisial TH yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

Hingga kini, penyidik Polda Jawa Barat masih terus mendalami dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami YTR. Pelaku TH masih dalam pengejaran dan belum berhasil diamankan oleh pihak berwajib.

Kasus ini menarik perhatian publik, termasuk musisi dan aktivis sosial, Melanie Subono. Ia turut menyoroti kasus tersebut dan menyerukan agar pelaku segera ditangkap, bahkan hingga menyebarkan foto pelaku di media sosial.

Melanie Subono mengungkapkan kekesalannya atas kaburnya pelaku penyekapan wanita di Bandung dan menyerukan agar masyarakat bersuara. Ia berharap agar kasus ini segera mendapatkan keadilan bagi korban.