KabarDermayu.com – Penangkapan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR di Bandung, masih menyita perhatian publik. Selain kasus yang menjeratnya, sayembara yang diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menjadi sorotan.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mengumumkan adanya sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi atau membantu mengungkap keberadaan Taufik Hidayat.
Menanggapi hal ini, Dadang Ahyar Ismail, mantan atasan Taufik, memberikan tanggapan. Dadang menyatakan bahwa jika dirinya berhak menerima hadiah sayembara tersebut, ia akan menyerahkannya langsung kepada korban, YTR.
“Kalau itu memang benar ada statement kalau ada yang menyerahkan tersangka dikasih Rp 250 juta, alhamdulillah. Nanti akan saya terima dan akan saya kasihkan ke korban,” ujar Dadang, dikutip dari tayangan YouTube TvOnenewscom pada Kamis, 25 Juni 2026.
Bahkan, Dadang meminta agar KDM dapat langsung menyerahkan uang tersebut kepada korban.
“Jadi atau pak KDM kasih aja langsung ke korban,” pintanya.
Peran Dadang dalam Penangkapan Taufik Hidayat
Penangkapan Taufik pada Selasa lalu tidak lepas dari peran Dadang Ahyar Ismail. Dadang diketahui sempat dihubungi oleh Taufik Hidayat untuk dimintai pendapat mengenai kasusnya yang telah viral.
“Si Taufik itu beberapa hari yang lalu nelfon ke saya ‘gimana ini pak saya mendadak viral se-Indonesia’. Terus saya liat oh iya viral, terus kamu maunya gimana kan saya bilang gitu,” ungkap Dadang, dikutip dari tayangan YouTube TvOne News pada Kamis, 24 Juni 2026.
Dadang menjelaskan bahwa Taufik sempat meminta perlindungan kepadanya. Ia menduga permintaan tersebut muncul karena Taufik mengetahui salah satu anak Dadang bertugas sebagai anggota kepolisian.
“‘Gimana ya pak minta perlindungan’, mungkin karena saya kan punya anak di kepolisian juga. Mungkin dia mikir ke sana, yaudah gini aja kamu kalau misalkan lari-lari mujur sampai kakek-kakek pasti capek saya bilang gitu,” tuturnya.
Dadang mengaku telah memberikan sejumlah pertimbangan kepada Taufik agar bersedia menyerahkan diri. Menurutnya, jika terus melarikan diri, Taufik berisiko ditangkap oleh warga atau menghadapi tindakan tegas dari aparat.
“Kedua karena di medsos itu udah rame kamu bisa saja ketangkap warga, mati di jalan atau yang ketiga ketangkap polisi ditembak. Kamu pilih aja mau yang mana, dia mikir lama sampai pada akhirnya kemarin saya ngikut bapak aja menyerahkan diri,” lanjutnya.
Setelah mempertimbangkan hal tersebut, Taufik akhirnya menyatakan keinginannya untuk menyerahkan diri. Mendengar keputusan itu, Dadang segera menghubungi Hendi, seorang anggota Polda Jawa Barat, untuk berkoordinasi mengenai proses penyerahan diri dan penangkapan Taufik.
“Yaudah saya menyerahkan diri saya telefon pihak berwenang. Kebetulan saya telfon pak Hendi kebetulan di kepolisian, saya koordinasi. Cuman masih istilahnya bikin strategi dia benar-benar menyerahkan diri karena dia ganti-ganti nomor setiap nelfon. Saya nelfon pak Hendi ‘oke pak Dadang kalau dia misalnya rencana mau ke rumah saya, pak Hendi siap-siap datang ke rumah’,” jelas Dadang.
Tak lama kemudian, Taufik mendatangi rumah Dadang untuk menyerahkan diri. Saat itu, Hendi beserta tim kepolisian sudah bersiap di lokasi sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.
KDM Bicara Nasib Uang Sayembara Rp 250 Juta
Menyusul pengumuman sayembara yang dilakukannya, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara. KDM menjelaskan bahwa sayembara tersebut memang ditujukan bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan pelaku.
Namun, dalam perkembangan kasus ini, Taufik lebih dahulu ditemukan dan ditangkap oleh pihak kepolisian. Lantaran hal tersebut, KDM menyebut akan berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, terkait pemberian hadiah tersebut.
“Sayembara diumumkan untuk warga yang mengumumkan. Polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan. Takut ada unsur yang melanggar kan ini apparat ya. Nanti saya mau ketemu sama pak Kapolda,” katanya, dikutip dari tayangan YouTube TvOne News pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, KDM juga menjelaskan mengenai sumber dana sayembara senilai Rp 250 juta. Ia menyebutkan bahwa uang tersebut berasal dari kantong pribadinya. Ia sendiri mengklaim memiliki penghasilan yang cukup setiap bulan sehingga mampu menggelar aksi tersebut.
“Masa Gubernur nggak punya uang Rp 250 juta, adalah saya punya uang,” tegasnya.





