Pentingnya Pahami Taufik Hidayat dalam Kasus Dugaan Penyekapan YTR, Kata Reza Indragiri

oleh -2 Dilihat
Pentingnya Pahami Taufik Hidayat dalam Kasus Dugaan Penyekapan YTR, Kata Reza Indragiri

KabarDermayu.com – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang melibatkan wanita berinisial YTR (29) dan Taufik Hidayat kembali menjadi sorotan publik.

Setelah sempat melarikan diri, Taufik Hidayat kini telah berhasil diamankan oleh Polda Jawa Barat.

Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama mengenai motif di balik tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.

Menanggapi hal tersebut, psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel, menekankan pentingnya memahami kondisi psikologis pelaku.

Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai isi kepala dan hati pelaku sangat krusial untuk mengungkap alasan di balik tindakan kriminal.

Reza Indragiri menjelaskan bahwa untuk memahami pelaku, perlu dilakukan sebuah Risk Assessment.

Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi lima dimensi penting pada diri pelaku.

“Dimulai dengan memahami ada tidaknya riwayat gangguan mental dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Reza Indragiri dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne.

Ia menambahkan bahwa penting untuk mengetahui fantasi kekerasan yang mungkin dimiliki pelaku.

Hal ini bisa didapat dari analisis terhadap konten yang dikonsumsi, seperti film yang ditonton atau tulisan yang dibaca.

“Kedua, fantasi-fantasi kekerasan yang ada di pelaku. Dia biasa baca tulisan apa, nonton film apa, menghayal tentang apa, bahkan bermimpi tentang apa.

Ada tidak fantasi kekerasan yang ekstrim,” jelasnya.

Selain itu, perilaku pelaku juga dapat terdeteksi dari pola ekspresi kemarahannya dari waktu ke waktu.

“Pola pengekspresian pelaku dari waktu ke waktu, semua orang bisa marah tapi bagaimana pelaku yang mengekspresikan amarah dan menjadi sebuah pola dari waktu ke waktu,” kata Reza.

Faktor-faktor eksternal seperti stabilitas pendidikan, finansial, dan domisili juga disebut dapat memengaruhi kepribadian pelaku.

“Keempat, stabilitas pendidikan dan stabilitas finansial.

Kelima, stabilitas domisili atau stabilitas tempat tinggal.

Mengindikasikan seberapa jauh yang bersangkutan mampu meregulasi diri sehingga bisa diterima oleh masyarakat,” terang pakar psikolog forensik tersebut.

Kelima dimensi yang tercakup dalam Risk Assessment ini dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kepribadian pelaku.

Namun, Reza Indragiri berharap agar pihak kepolisian tidak terlalu terbuka dalam mengungkap hasil Risk Assessment.

Ia berpendapat bahwa hal tersebut dapat berpotensi meringankan hukuman bagi pelaku.

Dengan demikian, pelaku diharapkan dapat menerima hukuman yang setimpal atas perbuatannya.