Fakta Terbaru: Karyawan Padel Diduga Diculik dan Dianiaya, Malah Dilaporkan Balik Atas Pencurian

oleh -2 Dilihat
Fakta Terbaru: Karyawan Padel Diduga Diculik dan Dianiaya, Malah Dilaporkan Balik Atas Pencurian

KabarDermayu.com – Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang karyawan tempat olahraga padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ternyata, korban yang berinisial AL tersebut telah dilaporkan ke polisi terkait dugaan pencurian sebelum kasus penyekapan ini mencuat ke publik.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adi, menjelaskan bahwa laporan dugaan pencurian ini diterima oleh pihak kepolisian pada pagi hari tanggal 25 Juni. Pelapor dalam kasus ini adalah MAS, sementara AL diduga sebagai terlapor.

“Jadi benar rekan-rekan, pada tanggal 25 Juni pagi hari telah datang ke Polres Jakarta Selatan dan telah melaporkan kasus pencurian. Pelapornya adalah MAS dan yang diduga terlapor adalah AL,” ujar Joko Adi pada Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut laporan yang diterima oleh pihak kepolisian, barang yang diduga dicuri oleh AL meliputi 10 raket padel dan sepasang sepatu. Kasus ini saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Jadi dari laporan polisi, barang yang telah dilaporkan dicuri adalah 10 buah raket padel ya, dan juga sepasang sepatu. Perkara ini saat ini masih tahap penyelidikan, dan tentunya sudah ada beberapa saksi yang sudah diundang dan didengar keterangannya,” jelasnya.

Pihak kepolisian akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap AL setelah seluruh saksi yang relevan telah selesai dimintai keterangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan informasi sebelum mengarah pada terduga pelaku.

“Nanti akan dijadwalkan lagi setelah tentunya kalau sudah saksi yang lain sudah cukup diundang, tentunya akan mengarah ke yang terduga, yang terlapor. Demikian ya,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik tempat padel yang menjadi lokasi kejadian hingga kini belum dimintai keterangan oleh penyidik. Namun, polisi memastikan bahwa pemeriksaan terhadap pemilik akan tetap dilakukan sebagai bagian integral dari proses penyelidikan kasus ini.

“Kalau pemiliknya belum didengar keterangan. Tentunya kalau ada perkara yang seperti itu, tentunya ke depan akan diundang, akan juga didengar keterangan terkait perkara ini,” tegas Joko Adi.

Terkait barang bukti, polisi menjelaskan bahwa laporan yang diterima masih berada pada fase awal penyelidikan. Dugaan pencurian ini disebut terjadi lebih dulu sebelum insiden penyekapan yang kemudian menarik perhatian publik.

“Ini kan masih laporan polisi. Ini kan kejadiannya kan lebih dulu dari kejadian yang berikutnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, kepolisian telah berhasil menangkap empat orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap pegawai baru di salah satu lapangan padel yang berlokasi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Keempat pelaku tersebut memiliki inisial ASB, RRK, AH, dan DW. Terhadap keempat pelaku ini, pihak kepolisian telah melakukan penahanan.

“Pelaku ini ada empat orang, inisialnya ASB, RRK, AH, dan DW. Terhadap empat pelaku ini sudah dilakukan penahanan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi kepada wartawan di Jakarta pada Jumat lalu.

Penangkapan keempat pelaku ini berawal dari laporan polisi yang dibuat oleh seorang perempuan berinisial M. Perempuan tersebut melaporkan bahwa anaknya, yang berinisial AL, telah dua hari tidak pulang ke rumah.

Setelah dua hari tidak ada kabar, AL akhirnya menghubungi ibunya dan meminta untuk dijemput. M menjelaskan bahwa anaknya tersebut baru bekerja selama dua bulan di tempat tersebut dan diduga melakukan pencurian raket padel pada hari Minggu, 21 Juni. Namun, alih-alih diproses hukum, anaknya justru diduga dianiaya dan disekap oleh beberapa pegawai lainnya.

“Orang tua sebagai pelapor merasa khawatir. Sehingga, karena kekhawatiran itu, pada Rabu, 24 Juni, datang ke Polres Jakarta Selatan dan membuat laporan polisi,” tutur Joko Adi.

Menerima laporan tersebut, tim kepolisian segera melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Hasil dari penyelidikan tersebut berhasil mengamankan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini.