Kebakaran Lahan Gambut Seluas 7 Hektare di Riau, Puluhan Titik Panas Terdeteksi

oleh -3 Dilihat
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 7 Hektare di Riau, Puluhan Titik Panas Terdeteksi

KabarDermayu.com – Kebakaran hutan dan lahan seluas tujuh hektare dilaporkan terjadi di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Penemuan ini dilakukan oleh tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Dalkarhut Sumatra, menyatakan bahwa satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Dumai telah dikirim untuk melakukan pemadaman.

Tim tersebut berhasil mencapai lokasi pada sore hari dan segera melakukan pengukuran untuk memastikan aksesibilitas area yang terbakar. Hal ini penting untuk merencanakan strategi pemadaman yang efektif.

“Lokasi kejadian berada di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rokan Hilir. Estimasi awal luas lahan yang terbakar mencapai sekitar tujuh hektare, dengan jenis tanah gambut,” jelas Ferdian Krisnanto, seperti dikutip pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Selanjutnya, tim juga fokus pada pemantauan perimeter area kebakaran, identifikasi sumber air terdekat, serta melakukan pemetaan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk mendapatkan gambaran kondisi keseluruhan. Pada hari Sabtu ini, tim dijadwalkan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dan memulai upaya pemadaman.

Sebenarnya, tim pemadam awal dari Daops Dumai sudah berada di lokasi sejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi pada Kamis sore, 9 Juli. Tim awal tersebut juga telah melakukan pengukuran dan pemadaman awal, namun hasilnya menunjukkan perlunya penambahan personel.

“Hasil pengukuran mengindikasikan adanya kebutuhan tambahan pasukan. Oleh karena itu, tim yang sudah siaga di Daops Dumai akhirnya digerakkan juga. Kejadian ini tentu menjadi alarm lanjutan bagi wilayah Riau,” tegasnya.

Selain upaya darat, pemadaman juga dibantu dengan operasi helikopter “water bombing” yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Udara Provinsi Riau. Kendala utama yang dihadapi dalam penanganan kebakaran ini adalah minimnya akses sinyal seluler di lokasi, yang sangat menyulitkan koordinasi antar tim.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 24 titik panas di seluruh Provinsi Riau. Titik panas terbanyak ditemukan di Kabupaten Siak dan Rokan Hilir, masing-masing mencatat delapan dan tujuh titik.

Di wilayah Riau lainnya, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Pelalawan, masing-masing sebanyak dua titik. Selebihnya, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.