Kembalinya Friendster, Khusus untuk Pengguna iPhone? Ini Kebenarannya

oleh -6 Dilihat
Kembalinya Friendster, Khusus untuk Pengguna iPhone? Ini Kebenarannya

KabarDermayu.com – Platform media sosial legendaris, Friendster, telah resmi kembali hadir dengan konsep yang sangat berbeda dari masa kejayaannya di awal tahun 2000-an.

Kini, Friendster tidak lagi berambisi bersaing sebagai media sosial konvensional yang mengandalkan jumlah pengikut atau konten viral. Alih-alih, platform ini bertransformasi menjadi sebuah ruang privat yang difokuskan pada penguatan hubungan pertemanan di dunia nyata.

Menurut laporan dari Walas Tech pada Kamis, 30 April 2026, versi terbaru Friendster mengusung pendekatan yang sangat sederhana. Fokus utamanya adalah pada koneksi antar pengguna yang memang sudah saling mengenal di kehidupan sehari-hari.

Platform ini sengaja meninggalkan fitur-fitur umum seperti algoritma, iklan, dan feed publik. Sebagai gantinya, Friendster menawarkan pengalaman yang jauh lebih personal dan tertutup.

Pesan utama yang disampaikan Friendster cukup tegas: menghadirkan jejaring sosial tanpa “keribetan” yang seringkali melekat pada platform media sosial modern. Friendster juga secara eksplisit menekankan komitmennya untuk tidak menjual data pengguna.

Hal ini menjadi jawaban atas kekhawatiran yang semakin besar mengenai privasi di era media sosial saat ini, di mana data pengguna seringkali menjadi komoditas.

Dalam praktiknya, pengguna Friendster didorong untuk menambahkan teman secara langsung. Bahkan, penambahan teman dapat dilakukan melalui koneksi antar perangkat ponsel, bukan melalui pencarian akun atau pengiriman permintaan pertemanan kepada orang yang tidak dikenal.

Feed yang tersedia pun dirancang khusus untuk lingkaran pertemanan nyata. Pengguna tidak akan menemukan campur tangan algoritma yang biasanya menentukan konten apa yang akan ditampilkan.

Seluruh aktivitas, mulai dari postingan hingga pesan, akan tetap berada dalam jaringan privat pengguna. Tidak ada indikasi fitur viral atau distribusi konten ke publik luas.

Hal ini berarti pengalaman pengguna akan lebih terkendali dan bebas dari gangguan seperti spam atau iklan yang seringkali mengganggu di platform lain.

Transformasi ini menandai perubahan besar dibandingkan dengan versi lama Friendster. Dulu, platform ini dikenal dengan profil kustom, fitur testimonial, hingga eksplorasi jaringan sosial yang lebih luas.

Bahkan, Friendster sempat mencoba beralih ke tren Web3. Namun, kini semua elemen tersebut telah dihapus demi menghadirkan platform yang lebih tertutup dan terarah.

Meskipun membawa konsep yang sangat relevan dengan kebutuhan pengguna saat ini, tantangan tetap ada. Untuk saat ini, Friendster versi baru hanya tersedia di perangkat iPhone.

Belum ada kepastian kapan platform ini akan hadir di Android atau platform lainnya. Keterbatasan ini berpotensi membatasi pertumbuhan pengguna.

Terlebih lagi, pasar seperti Asia Tenggara memiliki mayoritas pengguna perangkat Android. Hal ini bisa menjadi kendala signifikan bagi penyebaran Friendster versi baru.

Kembalinya Friendster dengan pendekatan baru ini memunculkan pertanyaan besar di benak publik. Apakah pengguna sudah siap beralih ke media sosial yang lebih privat dan terbatas?

Baca juga di sini: Jeni Rahmadial Fitri, Dokter Gadungan Mantan Puteri Indonesia Riau 2024

Atau justru mereka akan tetap memilih platform besar yang menawarkan jangkauan luas dan fitur yang lebih beragam?