Meningkatkan Nilai Ekonomi Sawit Berkali Lipat

oleh -6 Dilihat
Meningkatkan Nilai Ekonomi Sawit Berkali Lipat

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia tengah menggalakkan program hilirisasi nasional dengan meluncurkan 13 proyek strategis yang didukung investasi senilai Rp116 triliun.

Proyek-proyek ini akan didanai melalui konsolidasi pembiayaan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan memasuki tahap pembangunan pada tahun ini.

Salah satu fokus utama dalam program hilirisasi ini adalah sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Implementasi hilirisasi tahap kedua akan dilakukan melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara.

Fasilitas terpadu di Sei Mangkei ini akan mencakup industri pangan dan energi. Proyek ini merupakan inisiatif dari sub-holding PTPN III (Persero), yaitu PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari upaya transformasi industri sawit nasional.

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menekankan pentingnya pengembangan industri turunan kelapa sawit. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, terutama bahan bakar solar.

Baca juga di sini: Patah Tulang dan Cedera Dalam Jadi Luka Umum Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Indonesia masih memiliki kebutuhan solar yang sangat besar. Dengan memanfaatkan biodiesel yang berasal dari kelapa sawit, pemerintah berupaya memperkuat pasokan energi dari dalam negeri.

Kebutuhan solar diproyeksikan akan terus meningkat, seiring dengan rencana pemerintah untuk mengimplementasikan program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan lebih lanjut mengenai detail pembangunan pabrik.

Pabrik oleofood yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi margarin dan shortening sebesar 35 ribu ton per tahun. Selain itu, pabrik ini juga akan memproduksi substitusi cocoa butter dengan kapasitas sekitar 25 ribu ton per tahun.

Tidak hanya itu, sebuah pabrik biodiesel dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun juga tengah dalam proses pembangunan.

Pabrik biodiesel ini ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2028.

Menurut Jatmiko, pengolahan produk kelapa sawit di dalam negeri memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk secara signifikan dibandingkan dengan hanya menjual bahan mentah.

Dia menjelaskan bahwa nilai ekonomi produk sawit dapat meningkat hingga belasan kali lipat jika diolah menjadi produk turunan.

Hilirisasi bukan hanya sekadar meningkatkan volume produksi, tetapi juga bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi dari sektor hulu hingga hilir menjadi lebih modern.

Transformasi ini tentunya akan membuka lebih banyak peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.