KabarDermayu.com – Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berencana untuk mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia. Komitmen ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan kesiapan Kementerian Keuangan untuk menyediakan lahan dan bangunan yang diperlukan.
Rencana pembukaan kantor perwakilan ini merupakan salah satu hasil penting dari kunjungan kerja Purbaya ke Tiongkok pada 16 hingga 19 Juni 2026. Selain itu, dalam lawatan tersebut, pemerintah Indonesia juga berhasil mendapatkan komitmen pembiayaan proyek senilai 17 miliar dolar Amerika Serikat dari AIIB.
“AIIB juga ingin buka kantor cabang di Indonesia. Kalau saya hitung-hitung, kalau dikasih pinjaman US$17 miliar, boleh lah kita kasih kantor cabang,” ujar Purbaya dalam sebuah media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan memenuhi janji untuk menyediakan aset tanah dan bangunan yang tidak terpakai bagi keperluan kantor AIIB. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan AIIB.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa komitmen pendanaan sebesar 17 miliar dolar AS tersebut bukanlah dalam bentuk utang konvensional. Melainkan, ini adalah skema pembiayaan proyek (project financing) yang dirancang khusus untuk mendukung pembangunan proyek-proyek produktif di Indonesia.
Skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan secara bertahap hingga tahun 2029, sesuai dengan kesiapan dan kemajuan proyek-proyek yang diajukan oleh pemerintah Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi sebenarnya kalau saya bilang, ini seperti orang investasi ke sini, kita ngulangin investasi untuk proyek yang produktif tapi bunganya lebih rendah daripada investor biasa dan barangnya jadi milik kita. Itu available, bisa diambil sampai 2029,” jelas Purbaya.
Kunjungan Purbaya ke Tiongkok tidak hanya berfokus pada pengamanan pendanaan dari AIIB. Dalam rangkaian lawatannya, Menteri Keuangan juga mengadakan berbagai pertemuan dengan regulator dan investor Tiongkok untuk mematangkan rencana penerbitan surat utang dalam denominasi renminbi, yang dikenal sebagai Panda Bond.
Minat investor Tiongkok terhadap Panda Bond dilaporkan jauh melampaui perkiraan awal. Hal ini membuka peluang bagi pemerintah Indonesia untuk menaikkan target penerbitan surat utang tersebut melebihi rencana awal sebesar 1 miliar dolar AS, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.





