ART Muda di Kelapa Gading Diduga Diperkosa Sopir Majikan

oleh -8 Dilihat
ART Muda di Kelapa Gading Diduga Diperkosa Sopir Majikan

KabarDermayu.com – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, di mana seorang asisten rumah tangga (ART) muda diduga menjadi korban pemerkosaan. Peristiwa tragis ini dialami oleh seorang perempuan berusia 20 tahun, yang baru saja beberapa hari memulai pekerjaannya di rumah majikannya.

Kasus ini kini tengah dalam penanganan Polres Metro Jakarta Utara. Pihak kepolisian dilaporkan telah berhasil menangkap terduga pelaku. Pelaku tersebut diketahui berprofesi sebagai sopir di rumah yang sama dengan korban.

Baca juga: Pejabat Ekonomi Era SBY Diundang Prabowo Bahas Krisis 2008 di Istana

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Utara, Inspektur Polisi Dua Maryati Jonggi, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia membenarkan penangkapan sopir yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap ART.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan resmi yang disampaikan oleh korban kepada pihak kepolisian mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Setelah menerima laporan tersebut, polisi segera melakukan serangkaian penyelidikan yang akhirnya berujung pada penangkapan terduga pelaku.

Menurut keterangan Inspektur Polisi Dua Maryati Jonggi, korban dalam kasus pemerkosaan ini hanya satu orang, yaitu ART berusia 20 tahun tersebut. Ia menegaskan bahwa sejauh ini hanya ada satu korban utama dalam peristiwa ini.

Namun demikian, pihak kepolisian juga menerima informasi adanya potensi korban lain dalam kasus ini. Diduga, ada perempuan lain yang juga menjadi korban, meskipun tindakannya hanya sebatas pelecehan seksual, bukan pemerkosaan.

Saat ini, tim penyidik masih terus mendalami berbagai aspek terkait kasus ini. Mereka berupaya mengumpulkan informasi mengenai motif di balik tindakan pelaku serta kronologi lengkap kejadian yang diduga kuat berlangsung di dalam rumah di kawasan Kelapa Gading tersebut. Polisi juga belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai hubungan antara pelaku dengan para korban, maupun waktu pasti terjadinya peristiwa tersebut.

Maryati Jonggi menambahkan bahwa proses pemeriksaan oleh penyidik masih berlangsung. Ia memohon kesabaran dari publik seraya berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah ada informasi yang dapat dibagikan.