Bisnis Stuck? Cek Ini Agar Bisnismu Naik Level

oleh -9 Dilihat
Bisnis Stuck? Cek Ini Agar Bisnismu Naik Level

KabarDermayu.com – Menariknya minat anak muda untuk berbisnis sejak masa kuliah atau setelah lulus semakin meningkat. Berdasarkan riset SMERU tahun 2022, sebanyak 73% anak muda menunjukkan ketertarikan untuk memulai usaha.

Kemudahan akses melalui media sosial dan platform digital memungkinkan produk dipasarkan dari lingkungan pertemanan tanpa memerlukan toko fisik. Namun, mendapatkan pembeli pertama hanyalah langkah awal, karena tantangan yang lebih besar seringkali muncul setelah bisnis mulai berjalan.

Fase ini krusial dalam menentukan arah bisnis, apakah akan tetap berjalan di skala yang sama atau berkembang menjadi usaha yang lebih serius dan berkelanjutan. Michella Ham, CEO & Founder Skin Game, menekankan pentingnya komitmen besar dalam membangun bisnis. Ia menyamakan bisnis dengan anak yang perlu dijaga sepenuh hati, membutuhkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan bisnis.

Kesalahan langkah dapat menghambat pertumbuhan bisnis, sehingga pelaku usaha perlu memiliki ketahanan, kemauan belajar, dan keberanian bertanya kepada yang lebih berpengalaman. Ada beberapa indikator bahwa bisnis Anda sudah berjalan namun belum mencapai level yang lebih tinggi.

Salah satunya adalah ketika pelanggan sudah ada, namun modal terus habis untuk memenuhi pesanan berikutnya. Situasi ini membatasi ruang gerak pebisnis muda untuk menambah stok, meningkatkan kualitas packaging, memperluas promosi, atau menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam kondisi seperti ini, tambahan modal menjadi pendorong penting agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat bertumbuh. Indikator lain adalah ketika produk sudah laku, tetapi belum siap untuk ekspansi.

Produk yang laris di lingkungan kampus atau komunitas belum tentu mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk naik level, pebisnis muda perlu menguji tidak hanya daya tarik produk, tetapi juga kesiapan harga, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, strategi pengiriman, hingga strategi marketing untuk konsumen baru.

Dengan pondasi yang kuat, bisnis akan lebih siap untuk berkembang secara berkelanjutan. Tanda ketiga adalah kesibukan berjualan tanpa akses belajar dari orang yang lebih berpengalaman.

Menjalankan bisnis sendiri seringkali membuat pebisnis muda terlalu fokus pada operasional harian, sehingga kurang memiliki waktu untuk memikirkan pengembangan usaha. Selain itu, akses terhadap mentor, jejaring, dan kesempatan untuk menguji strategi juga tidak selalu mudah bagi mahasiswa atau fresh graduate.

Padahal, wawasan dari individu yang memahami pasar dapat sangat membantu dalam memperkuat produk, menyempurnakan strategi, dan mengarahkan bisnis ke arah yang lebih terarah.

Kompetisi Bisnis Sebagai Momentum Bagi Pebisnis Muda untuk Naik Level

Bagi mahasiswa dan fresh graduate yang telah menjalankan bisnis namun menghadapi kendala untuk berkembang, kompetisi bisnis dapat menjadi momentum yang tepat untuk membawa usaha mereka ke level berikutnya.

Selain membuka peluang mendapatkan tambahan modal, kompetisi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk menguji kesiapan usaha mereka, memperoleh masukan berharga, serta melihat potensi pengembangan bisnis secara lebih objektif.

Kesempatan ini dihadirkan oleh J&T Express melalui J&T Super Seller Competition. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif dan fresh graduate yang lulus maksimal satu tahun sebelumnya, serta telah menjalankan usaha minimal enam bulan dengan produk berupa barang yang dapat dikirim menggunakan jasa ekspedisi.

Sebanyak 10 finalis akan menerima dana inkubasi masing-masing Rp20 juta. Tiga pemenang utama akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta, ditambah tabungan usaha dari BCA senilai masing-masing Rp25 juta.

Lebih dari sekadar dukungan modal, para peserta juga berkesempatan mendapatkan insight langsung dari para juri, termasuk Raditya Dika dan Michella Ham, CEO & Founder Skin Game. Melalui pengalaman dan perspektif para juri, diharapkan pebisnis muda dapat lebih memahami potensi produk mereka, mengenali kebutuhan pasar, dan menyusun strategi pengembangan bisnis yang lebih relevan dan terarah.

Herline Septia, Brand Manager J&T Express, menyatakan, “Kami memahami bahwa tantangan wirausaha muda tidak berhenti pada keberanian untuk memulai bisnis. Ketika usaha mulai berjalan, mereka membutuhkan akses terhadap wadah pengembangan, dukungan modal, serta pendampingan yang relevan agar bisnisnya dapat bertumbuh lebih terarah. Melalui J&T Super Seller Competition, kami berharap dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk mengembangkan potensi usahanya dan membawa bisnis mereka naik level.”

Baca juga: Kemenkes Akan Tetapkan Aturan Standar Kemasan Rokok, Ini Kata Pedagang Kecil

Pendaftaran J&T Super Seller Competition dibuka secara gratis hingga 13 Juni 2026 melalui bit.ly/SuperSellerCompetition2026. Informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan dapat diakses melalui jntdekatdihati.com/superseller.