KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjalin kerja sama strategis dengan PT Pindad untuk mempercepat kinerja BUMN yang bergerak di sektor pertahanan tersebut. Fokus utama kerja sama ini adalah peningkatan produksi kendaraan dinas Maung MV3 hingga amunisi persenjataan yang menjadi lini bisnis Pindad.
Dukungan finansial dari BTN ini diwujudkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility senilai Rp1,5 triliun. Kesepakatan besar ini menegaskan komitmen kuat BTN dalam upaya mendukung kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan yang dicanangkan pemerintah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menekankan pentingnya penguatan industri pertahanan dalam negeri di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Hal ini dinilai sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan negara.
Terlebih lagi, pemerintah telah menetapkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional. Hal ini tercermin dari alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2026 yang mencapai lebih dari Rp180 triliun, menjadikannya salah satu anggaran terbesar tahun ini.
Nixon berharap, dukungan dari BTN ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad dan memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor industri lainnya. Dampak positif tersebut diharapkan meluas ke industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta mampu menyerap ribuan tenaga kerja nasional.
Baca juga: Arus Kendaraan di Tol Trans Jawa Meningkat 32% Saat Libur Idul Adha
Pindad sendiri memegang peranan sentral dalam ekosistem industri pertahanan Indonesia. Perusahaan ini bertanggung jawab atas produksi berbagai jenis kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang vital bagi operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis yang dijalankan Pindad, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp1,5 triliun. Fasilitas ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Fasilitas Cash Loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor sebesar Rp125 miliar, dan Fasilitas Non-Cash Loan yang mencakup Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan Letter of Credit (LC) dengan sub-limit Trust Receipt senilai Rp1,375 triliun.
Nixon menjelaskan lebih lanjut bahwa dukungan pembiayaan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang bersumber dari Kementerian dan Lembaga Negara. Dana tersebut dapat berasal dari APBN Murni maupun APBN yang digalang melalui skema pinjaman dalam dan luar negeri.
Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan diprioritaskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional Pindad. Di antaranya adalah produksi Maung MV3, sebuah kendaraan operasional nasional yang kini juga digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat negara. Selain itu, dana ini juga akan dialokasikan untuk produksi berbagai jenis amunisi guna menunjang kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kerja sama antara BTN dan Pindad ini juga menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang diupayakan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage. Sebagai bank yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan perumahan rakyat (KPR) nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Melalui transformasi ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah.
Nixon menambahkan, BTN meyakini bahwa sektor perbankan memegang peranan krusial dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat terselesaikan tepat waktu, berkualitas tinggi, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Nixon.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pindad, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.
Sigit menambahkan bahwa sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional merupakan faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” pungkas Sigit.





