Diduga Bocor, Data 510 Ribu Pasien dan Staf RS di Hokkaido Dijual Daring

oleh -2 Dilihat
Diduga Bocor, Data 510 Ribu Pasien dan Staf RS di Hokkaido Dijual Daring

KabarDermayu.com – Musibah kebocoran data besar-besaran diduga terjadi di dua rumah sakit di Hokkaido, Jepang. Informasi sensitif milik ratusan ribu pasien dan staf rumah sakit ini diduga telah bocor dan bahkan dijual secara daring.

Dua institusi kesehatan yang terindikasi mengalami kebocoran data ini adalah Hokkaido Medical Center dan Hokkaido Cancer Center. Kedua rumah sakit yang berlokasi di Kota Sapporo ini merupakan bagian dari jaringan Organisasi Rumah Sakit Nasional Jepang.

Dari investigasi awal, data yang terkonfirmasi berada dalam cakram keras (hard disk) yang dijual secara daring mencapai informasi milik 186.000 pasien. Namun, jumlah total individu yang berpotensi terdampak kebocoran ini diperkirakan mencapai angka 510.000 orang.

Cakram keras yang bocor tersebut diketahui berisi data pribadi pasien dan juga staf rumah sakit. Informasi yang terungkap mencakup nama, tanggal lahir, hingga riwayat medis para pasien.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai indikasi penyalahgunaan data secara ilegal maupun kerusakan sekunder yang timbul akibat insiden ini. Pihak berwenang masih terus melakukan pendalaman.

Kasus ini bermula dari kontrak kerja sama antara kedua rumah sakit dengan Reprowork Co., sebuah perusahaan pengelola limbah yang beroperasi di Kota Ishikari. Reprowork Co. ditugaskan untuk membuang cakram keras yang sudah tidak terpakai dari kedua rumah sakit tersebut.

Namun, diduga kuat Reprowork Co. tidak melakukan pemusnahan terhadap cakram keras tersebut. Perusahaan pengelola limbah ini diduga telah menyerahkannya kepada perusahaan daur ulang tanpa memastikan data di dalamnya telah terhapus sepenuhnya.

Menyikapi dugaan kelalaian ini, Organisasi Rumah Sakit Nasional Jepang telah mengambil langkah hukum. Laporan pidana telah diajukan ke pihak kepolisian terhadap perusahaan pengelola limbah, Reprowork Co., pada hari Senin lalu.

Informasi mengenai kebocoran data ini pertama kali diterima oleh Organisasi RS Nasional Jepang antara bulan Juni hingga Agustus 2025. Laporan awal datang dari dua individu yang berhasil membeli hard disk tersebut dalam sebuah lelang.

Para pembeli dalam lelang tersebut kemudian menyampaikan bahwa hard disk yang mereka peroleh berisi data yang sangat mirip dengan milik pusat-pusat kesehatan di Hokkaido. Temuan ini kemudian memicu investigasi lebih lanjut.

Dari total 90 cakram keras serupa yang berhasil disita oleh pihak rumah sakit, sebanyak 33 di antaranya terbukti mengandung informasi pribadi yang sangat sensitif.