Gempa Bumi Guncang Berulang di Indonesia dari Sumbawa hingga Jawa

oleh -5 Dilihat
Gempa Bumi Guncang Berulang di Indonesia dari Sumbawa hingga Jawa

KabarDermayu.com – Serangkaian gempa bumi mengguncang berbagai wilayah di Indonesia sejak Jumat dini hari, 5 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat belasan aktivitas seismik terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua jam, dengan kekuatan bervariasi antara 2,1 hingga 4,1 magnitudo.

Gempa-gempa ini terdeteksi di berbagai lokasi strategis, meliputi Jawa, Sumatra, Sumbawa, Sumba, Timor, Halmahera, Laut Maluku Utara, hingga Kepulauan Talaud. Aktivitas kegempaan yang terjadi beruntun dalam waktu singkat ini terus dipantau oleh BMKG untuk memahami dinamika pergerakan lempeng tektonik yang menjadi penyebabnya.

Data BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas seismik pada periode pengamatan ini terkonsentrasi di bagian tengah dan timur Indonesia. Kawasan Sumbawa tercatat mengalami frekuensi gempa paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Jawa dan Sumatra Juga Mengalami Aktivitas Tektonik

Wilayah Jawa dan Sumatra juga tidak luput dari aktivitas kegempaan sejak dini hari. Sejumlah gempa tercatat terjadi baik di daratan Jawa maupun di perairan Samudra Hindia selatan Jawa, dengan kedalaman yang beragam.

Salah satu gempa dengan magnitudo terbesar, yaitu 4,1, terjadi di Sumatra bagian selatan pada pukul 03.10 WIB dengan kedalaman 12 kilometer. Sementara itu, wilayah selatan Jawa juga merasakan beberapa kali guncangan.

Gempa berkekuatan magnitudo 3,7 tercatat di selatan Jawa pada pukul 02.58 WIB dengan kedalaman 13 kilometer. Tak lama kemudian, gempa magnitudo 3,6 kembali mengguncang Jawa pada pukul 03.29 WIB dengan kedalaman delapan kilometer.

Aktivitas tektonik di Pulau Jawa juga tercatat pada kedalaman menengah. Salah satunya adalah gempa magnitudo 2,4 yang terjadi pada pukul 03.37 WIB dengan kedalaman mencapai 130 kilometer.

Sumbawa Dominasi Aktivitas Gempa Beruntun

Dari seluruh wilayah yang terpantau, kawasan Sumbawa menjadi daerah dengan frekuensi gempa paling tinggi dalam periode pengamatan tersebut. BMKG mencatat tiga gempa beruntun terjadi di Sumbawa dengan karakteristik kedalaman yang sangat beragam.

Gempa pertama terjadi pada pukul 02.51 WIB dengan magnitudo 2,2 dan kedalaman mencapai 302 kilometer. Selanjutnya, gempa magnitudo 2,2 kembali terjadi pada pukul 02.53 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Aktivitas seismik di kawasan tersebut berlanjut pada pukul 04.05 WIB ketika gempa magnitudo 2,2 kembali tercatat pada kedalaman 28 kilometer. Perbedaan kedalaman yang cukup signifikan ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik pada lapisan bumi yang berbeda di kawasan tersebut.

Maluku Utara dan Talaud Turut Diguncang

Selain Jawa dan Sumbawa, aktivitas seismik juga terpantau di wilayah timur Indonesia. Gempa magnitudo 3,2 terjadi di Laut Maluku Utara pada pukul 03.21 WIB dengan kedalaman 24 kilometer.

Sementara itu, wilayah Halmahera mengalami gempa magnitudo 2,7 pada pukul 03.33 WIB dengan kedalaman 26 kilometer. Kepulauan Talaud juga mencatat gempa magnitudo 3,3 pada pukul 02.48 WIB dengan kedalaman 78 kilometer.

Karakteristik gempa di kawasan timur Indonesia ini didominasi oleh gempa berkedalaman menengah hingga dalam, yang umumnya berkaitan dengan aktivitas subduksi dan interaksi lempeng tektonik di kawasan tersebut.

Data Gempa Bumi yang Tercatat BMKG

Berikut rincian aktivitas gempa bumi yang tercatat BMKG pada Jumat, 5 Juni 2026:

  • 04.05 WIB – Magnitudo 2,2 – Kedalaman 28 km – Sumbawa Region
  • 03.37 WIB – Magnitudo 2,4 – Kedalaman 130 km – Jawa
  • 03.33 WIB – Magnitudo 2,7 – Kedalaman 26 km – Halmahera
  • 03.29 WIB – Magnitudo 3,6 – Kedalaman 8 km – Jawa
  • 03.21 WIB – Magnitudo 3,2 – Kedalaman 24 km – Laut Maluku Utara
  • 03.10 WIB – Magnitudo 4,1 – Kedalaman 12 km – Sumatra Selatan
  • 03.06 WIB – Magnitudo 2,1 – Kedalaman 76 km – Sumba
  • 02.58 WIB – Magnitudo 3,7 – Kedalaman 13 km – Selatan Jawa
  • 02.55 WIB – Magnitudo 2,1 – Kedalaman 12 km – Timor
  • 02.53 WIB – Magnitudo 2,2 – Kedalaman 10 km – Sumbawa
  • 02.51 WIB – Magnitudo 2,2 – Kedalaman 302 km – Sumbawa
  • 02.48 WIB – Magnitudo 3,3 – Kedalaman 78 km – Kepulauan Talaud

BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi rentetan aktivitas tektonik yang terjadi secara beruntun tersebut. Masyarakat juga diminta untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan lembaga berwenang guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Lembaga tersebut menegaskan bahwa data awal gempa bumi yang dirilis dalam beberapa menit pertama setelah kejadian masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan setelah dilakukan analisis lebih lanjut oleh ahli seismologi.

“Informasi gempa bumi dapat berubah dan belum akurat dalam beberapa menit pertama setelah gempa, kecuali telah direvisi atau dianalisis ulang oleh ahli seismologi.”

BMKG saat ini terus melakukan analisis lanjutan terhadap seluruh aktivitas seismik yang terdeteksi. Pengumpulan data makroseismik di berbagai daerah juga masih berlangsung guna mengetahui tingkat intensitas guncangan yang dirasakan masyarakat serta memastikan tidak adanya dampak lanjutan yang signifikan.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui jaringan stasiun geofisika yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hasil evaluasi dan pembaruan data akan terus disampaikan melalui kanal resmi BMKG seiring perkembangan analisis yang dilakukan.